Menjadi penulis tidak semudah membalik telapak tangan. Betapa tidak, terkadang Sang Penulis begitu bersemangat dan hanya dalam waktu sekejap tulisan sudah selesai.

 

Namun ada kondisi dimana Sang Penulis dilanda rasa malas. Merawat semangat menulis harus selalu dipelihara, sebagaimana dengan menjalankan waktu sholat lima waktu secara konsisten.

 

Teori mengajarkan kepada para penulis pemula terutama bagi penulis yang seing bermalas-malasan, agar pada saat membuat naskah, jangan dulu melakukan editing. Tetapi biarkan semua apa yanga ada dalam botak kepala dikeluarkan.

Mengenai salah tulis dan lain sebagainya akan diselesaikan pada saat kita mengulang membacanya. Karena itu disaat fikiran sedang press dan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan maka biarkan tuts komputer terus berjalan tanpa pernah melihat dan memperbaikinya lebih dahulu. Intinya tancap gas terus sampai apa yang menjadi ide semuanya tertuang dalam tulisan.

Nah bagaimana dengan salah tulis dan kalimat yang tidak nyamung, akan diselesaiakan pada episode kedua, disaat kita melakaukan perbaikan dan ediiting naskah. Teori itu saya terapkan dan hasilnya memang memuaskan.

Bagimana para penulis muda, mari terus kita merawat semangat menulis karena bagaimanapun hebat dan tingginya ilmu pengetahuan kalau tidak pernah menulis maka Anda akan dilupakan dan terbuang dari sejarah perjalanan dan peradaban bangsa, semangat pagi dan sukses selalu, salam.

Wassalam

Syakhruddin Tagana Sulsel

HP 081 2424 5938.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>