Pernyataan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs H Syamsibar di hadapan para wartawan, menunjukkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan saat ini sedang berada dalam kondisi “Darurat Siaga Bencana

 

Ini berarti semua komponen di daerah baik BPBD maupun Dinas Sosial bersama segenap unsur Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sudah harus dalam posisi siaga, baik yang belum terdampak bencana terlebih mereka yang sudah merasakan dahsyatnya bencana alam dan bencana sosial (kapal tenggelam)

 

Sebagaimana di Kota Makassar, Maros dan Gowa yang merasakan dahsyatnya angin kencang yang melanda ketiga daerah ini di hari Jumat pagi 3 Pebruari 2017 mengakibatkan tribun di Lapangan Sepakbola Syekh Yusuf Kabupaten Gowa terhempas ditiup angin mengakibatkan Satpol PP an. Abdul Rahman tewas tertimpa bangunan tribun.

 

Sementara dua orang lainnya yang ikut bernaung di bawah tribun mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.

 

Belum lagi mobil sejumlah mobil yang tertimpa pohon, demikian halnya air Bantimurung yang meluap hingga memasuki kawasan perumahan di Kampung Batu Bassi Maros dan yang lebih tragis lagi.

 

Sebuah KM Jolloro dari Dermaga Takalar Lama menuju Tanakeke, terhempas diterjang gelombang besar mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia, lokasi kejadiannya di sekitar Pantai Lamangkia Kabupaten Takalar tujuh orang dinyatakan Tim SAR meninggal dunia dan yang lainnya dalam proses pencarian.

 

Jumat pagi 3 Pebruari 2017 merupakan aksi alam yang menunjukkan keganasan angin kencang dan tingginya gelombang laut yang berdampak kepada manusia dan sejumlah pepohonan tumbang karenanya, mengakibatkan Sulsel Menjadi Siaga Darurat Bencana.

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>