Hari Minggu 4 Desember 2016 Menteri Sosial RI, bertindak selaku Inspektur Upacara pada Acara “ Hari Relawan Sedunia “ yang dipusatkan di Kilometer Nol Kota Yogyakarta.

 

Lima orang relawan korban erupsi Gunung Merapi, mendapat perhatian dan publikasi yang hebat, mengingat kelimanya telah dibuatkan “PATUNG RELAWAN INDOENSIA”

 

Terlepas dari peristiwa Peringatan Hari Relawan, hari ini pula, Penulis catat sebagai “Hari yang benar-benar harus RELA”

 

Betapa tidak, seseorang yang selama ini begitu dekat dalam kehidupanku menyatakan “Merelakan dirinya untuk mau lagi dihubungi dalam menjalani karier kehidupannya”

 

Keputusannya bertepatan pada Hari Minggu 4 Desember 2016, jadi hari ini, benar-benar menjadi tanggal yang penuh MISTERI.

 

Bagaimana Penulis harus bersikap, hanya ada satu kata “RELA” dan biarkan sejarah yang akan mencatat kelak.

 

Bahkan dalam kehidupan manusia pada gilirannya akan tiba di titik Nol, itulah hakekat dilaksanakannya peringatan “Hari Relawan Sedunia, di Kilometer Nol Yogyakarta.

 

Sebagai relawan hanya ada satu kata “Pantang Tugas Tidak Tuntas” dan tugas mengantar rasa kerelawanan kini sudah di kilometer Nol dan saatnya semuanya kembali.

 

Sebagaimana asal keberadaannya, Dari Tiada menjadi “ADA” dan selanjutnya akan “TIADA” …… salamaki

 

Mangkasara (Minggu) 4 Desember 2016

Daeng Lurang di Persemayaman Kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>