Masa pensiun bukan berarti segalanya sudah berakhir, bila Anda memiliki kemampuan dan keterampilan maka jangan sungkan untuk melakukan aktifitas diluar dari profesi sebelumnya atau menimal melanjutkan pengabdian di tempat lain dalam nuansa yang berbeda, sehingga memunculkan atmosfir baru yang makin menantang.

Demikian kondisi dan suasana batin yang Penulis alami, sebagai mantan pejabat di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Sulawei Selatan dan pejabat yang mengendalikan bidang kebencanaan.

Tentu saja, sudah banyak menikmati asam garamnya dunia birokrasi hingga mencapai puncak dan berakhir dengan Pangkat IV/c di usia 56 tahun.

Sesuai ketentuan, pada usia 56 tahun harus lengser keprabon dan memasuki usia pensiun. Padahal setahun kemudian, aturan pemerintah menghendaki, masa pensiun diperpanjang dan ditambah dua tahun lagi.

Haruskah Penulis kecewa dengan kondisi tersebut ??? Tidak demikian, biarkan semuanya berjalan sesuai dengan kodratnya. Dan itulah putusan terbaik, karena ada yang berusia 56 tahun dan masih sangat potensial.

Seperti diketahui bersama, sebelum masa pensiun tiba, Penulis sudah aktif sebagai Dosen Luar Biasa/pengajar pada Univeritas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang telah memprakarsai membuka jurusan baru yaitu jurusan kesejahteraan sosial.

Laksana gayung bersambut, UIN membuka Jurusan Kesos, sekalipun masih sifatnya program studi konsentrasi dan menjadikan Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam yang menjadi ikon karena faktor kesejarahan.

Sementara masa akhir pengabdian karena telah mencapai angka usia 56 tahun, maka semuanya telah berakhir di periode birokrasi pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, dan sembari mengucapkan selamat tinggal institusi kesayanganku dan terima kasih atas segalanya.

Seri Kedua Pascapensiun :

Selama masa pensiun lalu menyibukkan diri sebagai Dosen Luar Biasa (LB) yang membidangi masalah sosial dengan mata kuliah Jurusan Kesejahteraan Sosial, lalu mengembangkan oraganisasi Taruna Siaga Bencana.

Disaat orang di Pusat masih berfikir, Tagana go to school maka kami di Sulsel sudah menginginkan Tagana go to campus, sehingga terciptalah kekuatan Kompi Tagana di Kampus UIN Samata dan Tagana Kompi STIKS Tamalanea Makassar.

Pada sisi lainnya, memasuki tahun 2016 ada kebijakan dari Kemendikti mengatakan, para pensiunan, baik dari TNI Polri maupun mereka yang memiliki kemampuan mengajar, untuk fokus mengajar maka silakan diangkat menjadi dosen tetap pada institusi /perguran tinggi yang anda kembangkan, sementara gajinya akan ditangggung Kemendikti Republik Indonesia.

Akhirnya kami bagai mendapat peluang untuk lanjut bekerja dan menjadi DOSEN TETAP pada Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan konsentrasi Jurusan Kesejahteraan Sosial.

Demikian halnya dengan sikap tegas dan komiten Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang bertekad untuk mengembangkan Jurusan Kesos, maka mulai tahun 2016, Jurusan Kesejahteraan Sosial berdiri sendiri dan berpisah dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).

Semua itu menjadi sarana untuk tetap mengabdi dan sahabat saya memberi julukan sebagai ULAMA (Usia Lanjut Masih Aktif).

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Sekretaris Jurusan PMI/Kesos, DR.Syamsuddin.AB mengunjungi Kementerian Agama RI untuk kedua kalinya dan bertemu dengan para petinggi Kemenag.

Selanjutnya dengan surat rekomendasi Kemenag, menuju ke Kemndikti untuk mendapatkan pengesahan dan pemisahan dari Jurusan Pengembangangan Masyarakat Islam (PMI) di satu sisi dan dibawah pembinaan langsung Kemenag dan pada sisi lainnya Jurusan kesejahteraan sosial pada spesialisasi profesi di bidangnpengembangan, pemberdayaan dan rehabilitasi sosial masyarakat.

Semoga dengan upaya-upaya yang dilakukan para petinggi di kampus yang kelak akan menjadikan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menjadi perguruan tinggi yang memiliki Jurusan kesejahteraan sosial dengan peminat yang bertambah setiap tahunnya, Insya Allah.

Penulis,

Drs.H.Syakhruddin.DN,M.SI HP 081 2424 5938
Communication Rescue (CORE) YC8HSY
email : syakhruddin@gmail.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>