Suasana menjelang magrib 25 Juli 2015 di Kotaku Makassar, terasa begitu adem, ini didukung dengan halaman yang asri dan baru saja tanaman di halaman baru selesai di siram dengan air. Bunga-bunga yang terlihat layu karena teriknya mentari sejak pagi hari, membuat tanaman itu kini menjadi mekar.

Burung tekukur piaran yang selama ini setia menghuni kandang, baru saja melahirkan generasi baru, karena dua buah telur yang dierami kini sudah menjadi anak burung yang siap mengepakkan sayapnya. Akan tetapi kandang disebelahnya, empat ekor burung yang sudah pandai berbunyi, mati karena serangan tikus yang memanfaatkan lubang kecil yang ada di bagian atap kandang.

Dua kondisi yang saling bertentangan, ada yang lahir dan ada pula yang berakhir digigit tikus. Dari kedua kondisi ini, memang sudah dituliskan dalam Al-Quranulkariem, bahwa segala sesuatunya t entu berpasang-pasangan, ada hidup ada mati, ada siang ada malam, ada rindu dan ada pula yang dirindukan.

Sebagaimana salah seorang sahabat karib yang tinggal nun jauh di Jawa Barat, amat merindukan kehadiran Penulis untuk berkunjung ke Kotanya yang kini baru saja mengembangkan potensinya setelah terpisah dari kabupaten induknya. Kota Pangandaran sebagai tempat kelahiran Menteri Kelautan Ibu Susi, disanalah bermukim dan senantiasa menaruh harap untuk dikunjungi.

Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Timur Indonesia tentu saja tak mau ketinggalan dalam membenahi kawasannya, mol yang besar dan hotel-hotel yang kian menjamur menunjukkan bahwageliat perekonomian di kota yang berjuluk “Kota Daeng” patut untuk diperhitungkan.

Dibawah kepemimpinan DR.H.Syahrul Yasin Limpo, Sulsel menjadi salah satu percontohan dalam kehidupan beragama, sehingga fenomena perkelahian antar umat beragama seperti di Tolikara Papua, hendaknya dapat bercermin disini, di Makassar yang merupakan kawasandengan berbagai suku yang menghuninya dan semuanya berjalan sesuai dengan tatanan agama dan keyakinan yang dianutnya.

Hari semakin condong ke barat, sebentar lagi menteri akan tenggelam dan sinar rembulan di 10 Syawal 436 H akan muncul menghiasi angkasa raya, bertepatan dengan malam minggu 25 Juli 2015 yang merupakan malam dimana kaum muda banyak menghabiskan waktunya di Pantai Losari Makassar

Makassar kota dengan berbagai fasilitas yang mengundang para pelancong baik dari Mancanegara maupun lokal untuk datang menikmati kuliner yang beraneka ragam, mulaidari “Coto Makassar, Konro Sulawesi hingga masakan khas Pallu butung dan Pisangepe di Pantai Losari menjadi daya tarik tersendiri.

Namun dibalik semua itu, kerinduan akan pertemuan dengan seseorang yang bermukim di Kotanya Ibu Susi menjadi agenda tersendiri dan pada saatnya nanti dapat bersua dalam nuansa liburan yang penuh makna, semoga.

Penulis,

H.Syakhruddin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>