Kamis dinihari 2 Juli 2015 malam ke-15 Ramadan 1435 H, terjadi penyerangan terencana pada Pos Polisi di Simpang Empat Samata yang masuk dalam wilayah Polres Gowa.

Sebanyak 20 orang bersenjata parang, sangkur dan senjata api menyerang polisi yang sedang bertugas masing-masing ;
1. Brigpol Sulaiman (Komandan Regu)
2. Brigpol Firdaus
3. Brigpol Irfanuddin
4. Brigpol Mus Muliady
5. Bripda Usman

Akibat penyerangan ini, Brigpol Irfanuddin tewas akibat tebasan parang di kepala bagian belakang dan sisi kanan wajahnya.
Dua korban lainnya, Brigpol Mus Muliady mengalami luka serius dibagian belakang leher , bagian tengah punggung dan luka tusuk pada bokong. Sementara Bripda Usman mengalami luka robek pada bagian kepala.

Awal peristiwa, lima polisi yang sedang bertugas dihampiri empat mobil minibus dan dua orang mengendarai sepeda motor. Saat mobil berhenti tiba-tiba semua penumpang berhamburan keluar dan menyerang Brigpol Irfanuddin dengan parang, sebagian pelaku menyerang Brigpol Mus Muliady dan Bripda Usman.

Sejumlah pria bertopeng lainnya juga masuk ke warung dan mengejar Brigpol Sulaiman dan Brigpol Firdaus, namun kedua polisi itu melarikan diri setelah melihat dua rekannya di tebas.

Bripda Usman di Polres Gowa kepada wartawan mengatakan, aksi penyerangan itu sangat cepat dan diperkirakan tidak sampai lima menit. Bripda Usman mengaku langsung melarikan diri masuk ke Pos Polisi lalu keluar melalui lubang di belakang Pos, saya sempat mendengar suara letusan, katanya.

Sebuah motor jenis Yamaha Vixion berwarna merah ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian. Setelah kejadian, polisi meningkatkan patroli di lapangan dan melakukan pemeriksaan di seluruh kota terutama pada jalur perbatasan.

Brigpol Irfanuddin anggota Patroli Kota (Patko) Satuan Sabhara Polres Gowa itu memiliki jiwa kesatria. Di lokasi kejadian Irfanuddin masih sempat melakukan perlawanan saat kedua rekannya tak berdaya.

Irfanuddin masih sempat memberikan pertolongan pertama dengan mengangkat kedua rekannya Mus Mulyadi dan Usman naik ke mobil sampah untuk dibawah ke rumah sakit.Ruslan yang bekerja di Rumah Sakit Universitas Indonesia Timur yang kebetulan berada di TKP setelah kejadian, segera memberikan pertolongan dan mengantar ke RS UIT dan setelah dinyatakan meninggal lalu dipindahkan ke Rumah sakit Bhayangkara. Korban lalu disemayamkan di rumah duka di Jalan Budaya Kompleks Perumahan Nusa Indah, Pallangga.

Pasca penyerangan Polda Sulsel segera bertindak didukung Resmob Polda, Resmob Poltabes, Patmor Sabharadan Polres Gowa bersiaga dan melakukan pengejaran. Akses jalan yang menjadi pelarian pelaku terus ditelusuri., selain itu melakukan sweping kepada setiap pengendara.

Hasilnya, dua orang diamankan , keduanya ditangkap di jalan Raya Pendidikan Pettarani sekitar Pukul 03.00 dinihari. Mereka diketahui berinisial LW dan AS. Keduanya diduga pelaku menggunakan sepeda motor merah, keduanya diamankan di Mako Brimob.

LW adalah karyawan di salah satu hotel di Makassar sementara AS merupakan anggota TNI. Saya Cuma di suruh jemput Pak. Dia (AS) minta di jemput di Asrama Muna Perintis, aku LW dihadapan petugas kepolisian

LW sementara diamankan di Mako Brimob sementara AS telah diserahkan kepada Denpom untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol FB Mangera mengatakan pihaknya melakukan pengembangan khususnya keterangan dari dua orang yang diamankan. Kita minta bantuan warga dan masyarakat, kalau ada informasi terkait pelaku, mohon disampaikan, katanya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berusaha menenangka warga , dia minta semua pihak utuk tidak resah dan cemas berlebihan. Sementara itu, wakil Koordinator Korban Tindak kekerasan (Kontras) Nasrum meminta Polda Sulsel agar mengantisipasi munculnya gerakan balas dendam atas penyerangan terhadap anggota Polres Gowa. Kontras mengharapkan Polda untuk mengungkapkan kasus penyerangan terhadap ketiga anggota anggota Polres Gowa.

Suasana rumah duka menyelimuti Brigpol Irfanuddin di Desa Jennetallasa, Kecamatan Pallangga, Isteri Irfanuddin, Alya Sri Wahyuni tak kuasa menahan tangis. Sehari sebelumnya masih sempat menjadi Imam Sholat tarwih di rumahnya , Irfanuddin mengawali tugasnya sebagai polisi tahun 2010 dan bertugas di Polres Jeneponto dan bertugas sebagai anggota Sabhara.

Karena prestasinya tahun 2011 naik pangkat dari Briptu menjadi Bripda. Kariernya makin cemerlang saat bertugas di Polres Gowa dan tahun 2015 naik pangkat menjadi Brigadir.

Pada Ultah ke-69 Bhayangkara , Irfanudddin mendapat penghargaan dari Polres Gowa bersama Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gowa yang berhasil mengungkap 40 kasus pencurian sepeda motor selama bulan Ramadan. Bagi keluarga besarnya di Limbung Kecamatan Bajeng , Irfanuddin tidak saja dikenal sebagai anak yang patuh kepada kedua orang tuanya tapi juga senang bergaul.

Kapolres Gowa, AKBP Hery Marwantomengaku berduka atas wafatnya Irfanuddin, sementara itu Polda Sulsel menaikkan pangkat Irfanuddin dari Brigpol menjadi Brigadir Kepala (Bripka), dan upacara pemakaman dipimpin langsung Direktur Direktorat Sabhara Polda Sulsel, Kombes Pol Ferdinand (Dikutip dari berbagai sumber)

H.SYAKHRUDDIN.DN.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>