Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat, Rabu 29 April 2015, mengakhiri kunjungan kerjanya di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Kunjungan ke Makassar dengan menggunakan Travel Setia Budhi Bandung, meninggalkan Kabupaten Pangandaran Minggu, 26 April 2015 menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dan pada hari Senin, 27 April 2015 pukul 07.00 Wib,

Setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Mandai, rombongan langsung menuju Bantimurung Kabupaten Maros, lalu kembali ke Makassar dan menginap di Hotel Aston Makassar.

Dihari kedua dalam kunjungan kerjanya, anggota DPRD Pangandaran di terima Pemerintah Kota Makassar bersama jajaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, dan melanjutkan acara rekreasi ke Pulau Samalona dan Lae-lae.

Setelah puas berkunjung pada malam harinya menikmati suasana Pantai Losari dan tak lupa mencicipi kuliner berupa “Pisang Epe” dan yang lebih heboh, memborong banyak batu-batu pilihan, mulai batu akik, sisik naga, safir hingga berbagai souvenir khas Makassar yang di borong dari Toko Indonesia Baru di Pusat Pertokoan Somba Opu Makassar.

Sebelum meninggalkan Kota Makassar, sempat berkunjung ke Benteng Somba Opu untuk melihat rumah-rumah adat, menikmati “Es Pisang Idjo” di Bravo dan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Salah seorang anggota rombongan bernama Ibu Sri didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, dalam wawancara radio dengan Radio Celebes Makassar mengatakan, kunjungannya ke Makassar sangat memuaskan.

Terlebih leluhur Ibu Sri adalah orang yang berasal dari Kabupaten Gowa dan besar serta beranak pinak di Sumbawa, kemudian bersuami dengan orang dari Jawa Barat, dan saat sekarang menjadi anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Partai PDI perjuangan.

Perjumpaan dengan Ibu Sri dan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran dan mengantarnya ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, mengakui banyak hal yang diperoleh melalui kunjungan kerjanya kali ini, semoga dengan pengalaman di Makassar dapat diterapkan kelak di daerahnya, tutur Sri yang mengenakan kerudung hijau.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>