MENGAJAR TANPA LAPTOP, BAGAI SAYUR TAK BERGARAM

Proses belajar mengajar hari ini, Selasa (14/10) terasa lain dari biasanya. Kalau kemarin masih bisa menelpon ketua tingkatnya. Hello Siti, Iya Pak, boleh bantu dong, tolong angkat LCD dan Laptop ke Lantai III, sekalian pasang ya. Siap Pak, demikian jawaban dari Siti, setiap kali mau mengajar pada semester V di Jurusan Kesejahteraan Sosial.

 

Sedang asyik menerangkan

 

 

07

Hari ini, masuk kelas bermodalkan dua buah spidol hitam, topik bahasan dalam pertemuan kelima ini adalah pembahasan kasus dari praktikum yang bertugas di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yuda Mandiri Pandang-Pandang Kabupaten Gowa.

Maling Laptop yang mengambil di dalam mobil di sekitar lampu merah Ratulangi-Landak, mengakibatkan proses perkuliahan agak berbeda dari biasanya. Karena jam kuliahnya pagi hari, mencoba untuk hadir tepat waktu, saat itubaru ada 15 orang yang hadir dari lima puluh mahasiswa.

Sebahagiaan ada yang berlomba masuk kelas, setelah menyaksikan Dosen sudah menerangkan di depan kelas tanpa LCD dan Laptop, ada kegamangan perasaan, dan tentunya harus lebih banyak menerangkan dan menulis di papan tulis.

Lain halnya kalau ada LCD dan Laptop, materi yang sudah dibuat dirumah sesuai dengan SAP (Satuan Acara Pengajaran) kali ini harus mampu menggali pengetahuan praktis yang terkait dengan mata kuliah yang diajarkan, intinya jika mengajar tanpa Laptop dan LCD bagaikan sayur yang tak bergaram.

Usai proses belajar mengajar, mengunjungi ruang kerja ketua jurusan yang kali ini kembali berubah dengan penataan duduk dan menghadap ke depan, sehingga begitu masuk di pintu utama sudah langsung terlihat ketua jurusan.

Disini dibahas tentang pakaian TAGANA, akhirnya dari hasil pembicaraan baju Tagana segera dibagikan dan selanjutnya di permak sesuai dengan ukuran bodi si pemakai. Maklum, baju Tagana kiriman Kementerian Sosial RI ukurannya berada pada level XL dan L, sehingga untuk ukuran Mahasiswa harus merombak separuh dari baju yang sudah dibagikan itu.

Waktu terus berlalu, pekerjaan lanjutan menuju Redaksi Bawakaraeng untuk pengelohan berita mingguan, namun kali ini ada kenduri yang terkait dengan Pemimpin Umum Tabloid Bawakaraeng, maka semua aktfitas dialihkan ke Kantor Pusat di Jalan Usman Salengke dekat Lampu Merah di Sungguminasa.

Semua rancangan kegiatan berlangsung sesuai dengan jadwal yang tersusun akan tetap jadwal untuk melapor ke BNI tentang kehilangan buku tabungan dan ATM harus dilanjutkan besok pagi, di Kantor Cabang BNI Jalan Sam Ratulangi Makassar, Salamaki.

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *