Suasana ziarah kubur ba’da Sholat Idul Adha 1435 H/2014 M, tepatnya Sabtu (4/10) ,membuat kami tertegun di depan makam ayah mertua Bapak H.Donding Dg. Ngerang, yang dimakamkan di Pekuburan keluarga di Sombaopu Kabupaten Gowa.

Ziarah Kubur

20140627_161202

Batu nisan yang berjejer dengan berbagai warna, seakan memberi isyarat kepada kami yang datang menziarai kuburan, seakan turut berkata kepada kami, engkau kelak, pasti akan mengikuti jejak kami, Insya Allah.

Kematian memang adalah sebuah kepastian, karena setiap yang bernyawa “Pasti Mati”. Suasana ziarah kali ini, membuat perasaan kami mengharu biru.

Doa di depan makam, membuat kami sekeluarga menitikkan airmata mengenang akan kebaikan almarhum yang telah dipersembahkan kepada kami semua, sehingga mampu mandiri seperti sekarang.

Kami terkesima, akan perjalanan hidup, Ibunda Hj.Zainab Daeng Tjaya sampai berdiri mematung dan menatap tanah kuburan, tempat dimana suaminya dikebumikan.

Sebagai kakak  yang dipercaya memimpin doa, meminta adik-adik untuk  mendoakan almarhum, untuk membacakan unmul kitab, Al-fatihah untuk almarhum.

Memang terkadang kita harus me-refresh suasana batin, terkadang dalam kondisi gembira yang teramat sangat, sehingga perlu ziarah kubur, di depan pusara kita mendapatkan begitu banyak hakikat tentang kehidupan.

Memetik  makna kehidupan dan pada saatnya nanti, semua insan akan menjadi tanah, karena memang kita berasal dari tanah.

Dalam suasana hening seperti itu, fikiran Penulis melayang ke seberang mengenang akan ibunda yang juga telah menghadap keharibaan ilahi rabbi. Penulispun membacakan Fatihah untuk beliau, karena denganya kami dapat hidup seperti sekarang ini.

Sekalipun kami mengakui kalau dalam kehidupan banyak melakukan pelanggaran, namun dalam hati kecil, terus berusaha untuk menata dan memperbaiki diri, sehingga kelak dapat mengakhiri kehidupan dengan khusnul hatimah, sebagaimana impian pada setiap insane.

Usai ziarah dimakam almarhum Hj. Donding Daeng Ngerang, kami mengunjungi rumah adik ipar di belakang kompleks Stadion Kalegowa. Kepadanya kami saling mengingatkan untuk senantiasa bersedekah.

Membagi kebahagian dan tetap menjaga silaturahmi diantara kakak beradik. Sebagai kakak yang tertua, memang kamilah yang harus jadi panutan diantara mereka, walaupun diakui bahwa setiap saudara memiliki taraf kehidupan yang berbeda, karena itu harus saling menjaga dan membantu diantara anak-anak almarhum.

Semoga dengan peringatan Idul Adha di tahun 2014, kita dapat melangkah dan menyambut hari-hari mendatang dengan penuh kedamaian, salamaki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>