SHOLAT IDUL ADHA DI KAMPUS UNISMUH

syakhruddin
Read Time1 Minute, 2 Seconds

Hari Raya Idul Adha 1435 H berlangsung di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar tanggal 10 Zulhijjah 1435 H/04 Oktober 2014 M dengan khotib, Prof. Dr.H.Ambo Asse, MA

Korban Idul Adha

kambing

Ambo Asse adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Guru Besar UIN Alauddin Makassar dan juga merupakan wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Selatan.

Secara detail Ambo Asse menguraikan dalam khutbahnya, bahwa perintah menyembelih anak kesayangan adalah peristiwa yang sangat luar biasa.

Bahkan dapat dikatakan mustahil seorang ayah yang normal mampu melakukannya  dan mustahil pula seorang anak mau menerimanya, Apa yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim AS terhadap putranya Ismail, semoga contoh nyata akan nilai sebuah keikhlasan.

Sungguh Allah Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Agung, peristiwa ini memberi pelajaran kepada manusia bahwa orang yang akan diiamanahi  sebuah tugas yang berat sebagai pemimpin umat, niscaya akan melalui dan melewati ujian yang berat pula, demikianlah ujian itu diberikan kepada Ibrahim dan Ismail.

Pelaksanaan sholat Idul Adha dan berbagai tempat di Kota Makassar membuat suasana lalu lintas tersendat, khususnya di sekitar Jalan Sultan Alauddin depan Kampus Unismuh Makassar.

Sementara itu, sebahagian warga akan melaksanakan sholat Idul Adha besok, Minggu (5/10) sesuai dengan anjuran Pemerintah untuk melaksanakan Idul Adha pada hari Minggu yang akan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban baik sapi maupun kambing,  di masing-masing Masjid atau kawasan perumahan.

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

LEBARAN DUA KALI

Pelaksanaan Sholat Idul Adha tahun 2014 terjadi dua kali, Pimpinan Muhammadiyah menetapkan lebaran Idul Adha jatuh pada hari Sabtu, 4 Oktober 2014 berdasarkan pola perhitungan (hisab),sementara Pemerintah RI menetapkan pada hari Minggu, 5 Oktober 2014 berdasarkan perhitungan melihat bulan (rukyat).  Akhirnya umat Islam menjadi dua kali lebaran, dan perbedaan ini […]

JOIN US

untuk mendukung berdirinya web ini