Dera Santi Pangandaran (nama samaran) adalah pembaca setia “Syakhruddin Blog” yang selalu menyempatkan waktu membaca setiap tulisan yang sudah terpublish di blog.

Ada-ada saja tanggapan sang pembaca, terkadang mengirim sms dengan canda hangat, sms yang menggelitik membuat Penulis terbahak-bahak setelah membaca naskah yang baru saja terpublish.

Penulis terkadang di anggap tukang las. Lantas Penulis bertanya kembali, “Kenapa tukang las” jawabku padanya. Begini kanda, soalnya ada saja naskah yang bisa di sambung, walaupun terkadang kita tak pernah mengira, kalau itu kita diajak untuk berselancar di dunia penulisan,.

Jadi seperti tukang las, potong sana, potong sini lalu dirangkai sesuai dengan kehendak sang Penulis, kadang kita di buat sangat mengharubiru, di lain kesempatan dibuat cemberut, penasaran bahkan dibuatnya berjingkrat-jingkrat, ujarnya.

Oh ya, begitulah sifat dan karakter seorang Penulis, ada-ada saja potongan kalimat yang bisa menjadi judul. Sebagai Penulis lepas, tentu harus rajin membaca, mendengarkan radio, menonton televisi dan ikut mendengarkan ceramah-ceramah ilmiah maupun ceramah agama di masjid-masjid, tidak ketinggalan menonton lawak atau sinetron lucu.

Dengan demikian sumber-sumber berita yang relevan dapat dirangkai menjadi sebuah tulisan ringan dan menjadi pelipur di senja hari,. Menurut penyiar radio di kotaku menyebutnya, naskah yang terbuang sayang terbaca ulang.

Di bulan yang penuh rahmat ini, sesungguhnya banyak hal yang menarik untuk di tulis, mulai dari pemilihan capres, pertandingan sepakbola hingga desakan untuk melakukan musyawarah luar biasa (Munaslub) bagi Partai Golkar.

Ini berarti kepemimpinan Aburizal Bakrie alias Ical kini di ujung tanduk, karena kepemimpinannya gagal meraih suara terbanyak dan bahkan terancam untuk tidak mendapatkan suara yang signifan dalam Pilpres tahun 2014.

Orang bijak selalu bertutur, kalah jadi abu menang jadi arang, itu ditujukan bagi mereka yang melakukan penggelembungan suara dalam pilpres, karena mereka yang melakukan kecurangan dan kedapatan melakukan pelanggaran, pastilah pihak Bawaslu melakukan pemungutan suara ulang dan tentu semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sebagai warga masyarakat sangat berharap, semoga dengan pemilihan yang dilakukan tgl 9 Juli 2014 dapat melahirkan Presiden Pilihan rakyat, yang kelak diharapkan dapat menjadi nakhoda dan memimpin rakyat Indonesia yang kini mulai belajar berdemokrasi.

Semoga dengan pelaksanaan Pilpres yang lancar, lahirnya pemimpin pilihan rakyat dan pada gilirannya mengantar kita kepada masyarakat sejahtera, “baldatun – tayyibaitun – warabbungafuur”, salamaki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>