Setiap tanggal empat setiap bulannya bagi kalangan pensiunan merupakan hari yang berbahagia, betapa tidak, hari itu merupakan saat pembayaran gaji sebagai pensiunan atas segala jasa dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan Negara.

Gaya Pensiunan

Penulis sebelum pensiun disodorkan formulir, tentang dimana gaji mau di terima kelak. Apakah di BRI, BTPN atau Kantor Pos dan Giro. Karena mertua dan adik ipar bekerja di Kantor Pos, makanya dia merekomendasikan untuk memilih kolom formulir dan menetapkan Kantor Pos sebagai kantor bayar gaji pensiunan.

Setiap tanggal 4 bulan berjalan, nampak para pensiunan yang sudah sepuh, berdiri di depan Kantor Pos, ada yang masih mengenakan seragam veteran lengkap dengan lambang-lambang, adapula para janda pensiunan yang membawa cucunya, bahkan terkadang lebih duluan datang di banding petugas Kantor Pos.

Menyaksikan kondisi seperti itu, Penulis memilih untuk datang pada siang hari, sekitar Pukul 14.00 Wita mendatangi Kantor Pos dan Giro Mattoanging Makassar, karena sudah banyak yang dilayani di pagi hari, maka untuk layanan siang hari terasa sepi dan hanya satu sampai dua orang sehingga pelayanan terasa nyaman.

Apalagi Petugas Pos dan Giro yang begitu bersahabat, sehingga begitu melihat para pensiunan di depan loketnya, langsung mengambilkan formulir penerimaan dan segera membayarkan “Uang Pensiunan”.

Alhamdulillah, inilah rasa terima kasih negara atas segala pengabdian selama 32 tahun bekerja di birokrasi Indonesia dan kini saatnya untuk menikmati masa tua dengan tenang.

Maka sudah sepantasnyalah mengucap syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang telah di reguk selama ini, fasilitas kesehatan dari Askes, gaji pensiun, mengajar di berbagai perguruan  dan tentunya tambahan penghasilan dari dua belas buah kamar kost yang merupakan penunjang penghasilan yang dapat dinikmati di masa pensiun.

Kepada Anda semua yang akan memasuki masa purnatugas, hendaknya senantiasa mempersiapkan diri agar kelak tidak terjangkiti penyakit “Power syndrome” kalau selama ini mendapat fasilitas pelayanan dari kantor kemudian sekarang harus serba sendiri, kalau tidak ada kesiapan mental untuk mengurusnya maka tentu hal ini akan menjadi kendala dalam kehidupan bermasyarakat.

Masa dua tahun atau minimal setahun sebelum pensiun, diharapkan sudah harus memiliki investasi untuk masa tua, apakah itu lapangan pekerjaan yang sifatnya “hobby” yang menghasilkan atau usaha lain yang halalan tayyibah.

Kesimpulannya, memasuki masa pensiun itu adalah memasuki masa indah bagi yang mensyukurinya dan akan merupakan momok penyakit bagi mereka yang masih menginginkan layanan, ketika seperti masa aktif dahulu dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang diperoleh.

Jangan lagi mau dilayani atau mendapatkan fasilitas yang menyenangkan, sekarang sudah harus belajar sendiri, ikut antri di antara kerumunan masyarakat dan harus menjadi warga biasa sebagaimana ketika awal akan bekerja dahulu.

Bagi mereka yang menyandang gelar “Pensiunan” ini menurut kelakar sahabat Penulis mengatakan, ada tiga kreteria pensiunan, yang pertama adalah “Pensiunan Belanda”, sudah pensiun masih bawa map kiri kanan masuk kantor urus proyek, yang kedua jenis “Pensiunan Cina”.

Pensiunan seperti ini, sudah pensiun tapi masih buka toko atau kedai di samping rumah atau membuka kios kentaki (Kentara kaki) sebagaimana layaknya penjual “Sari Laut” yang kini menjamur di pinggir jalan dan yang ketiga adalah “Pensiunan Indonesia” yang kreterianya sudah pensiun langsung momongan cucu di rumah.

Alhamdulillah, Penulis tidak termasuk dalam ketiga golongan pensiun diatas, karena setelah pensiun di Dinas Sosial Prov. Sulsel, langsung masuk ke Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar dan menjadi Dosen Luar Biasa (LB) yang bertanggungjawab dalam penyampaian bahan ajar tentang “Kesejahteraan Sosial”

Hal itu juga dinikmati sebagai ajang untuk mengabdikan diri bagi profesi sekaligus untuk menjadikan ladang amal serta menambah “Poin” dan “Koin” di sisa akhir pengabdian. Terima kasih kepada para pembaca blog yang setia, selamat bekerja dengan baik bagi yang masih aktif.

Hingga akhirnya nanti memasuki masa purna tugas tanpa ada lagi tuntutan hukum yang terkait masa jabatan disaat anda sedang memangkunya, dan selamat menerima gajian setiap bulannya, Salamaki

Salam Takzim,
website  : syakhruddin.com   SMS : 081 2424 5938
email 1  : syakhruddin@gmail.com   Pin BB : 2A2 FC 722
email 2  : syakhruddin@yahoo.co.id  Pin Android : 7BCE 92D9
HP Alternatif :  0878 4217 6989 –  HP.   0896 9526 7889

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>