KEGIATAN

SOUNDSYSTEM HKSN MEMALUKAN

Pelaksanaan AcaraPuncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang pembukaannya berlangsung hikmat, sekalipun hujan mengguyur lapangan Karebosi Makassar, Sabtu 21 Desember 2013, dimana para undangan yang mengenakan batik biru HKSN tetap tak bergeming dari tempat duduknya.

Menko Kesra dan Mensos

Ironisnya, acara yang digagas Kemsos dan didukung Pemerintah Prov. Susel itu, mengalami kondisi yang “memalukan” karena mikrofon yang akan digunakan berpidato Ketua DPR-RI, Irman Gusman untuk membacakan naskah “Deklarasi Kesetiakawanan Sosial” tiba-tiba nagdat tak berfungsi dengan baik.

Mengetahui suaranya tidak terdengar melalui soundsystem atau pengeras suara, Irman akhirnya menghentikan sambutannya sembari mengetuk-etuk mikrofon menggunakan jarinya.Upaya itu tak berhasil, Lalu Irman memalingkan pandangannya ke Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang duduk bersama jejeran Menteri di kursi VIP A bagian depan.

Dengan muka memerah, Syahrul lalu berdiri menuju ke petugas untuk membenarkan audio, menyusul Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin, seraya bertanya kepada Panitia, kenapa bisa terjadi , cepat perbaiki, tutur Ilham kepada petugas. Petugas yang kelabakan karena kabel penghubung ke soundsystem terendam air.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebenarnya sudah mewanti-wanti panitia untuk memperhatikan soundsystem sebelum acara, Syahrul meminta kepada Kadis Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, untuk teliti dalam memilih rental soundsistym, Saya sudah ingatkan, untuk tidak menggunakan sound sistem yang abal-abal apalagi, ini kegiatan nasional.

Kejadian ini memang sangat fatal karena terjadi sebanyak empat kali, mikrofon tak berfungsi. Konon beberapa petugas lapangan menyebutkan, kalau kabel penghubung yang digunakan ke soundsistem terendam air. sesungguhnya semua ini dapat diantisipasi bilamana panitia pelaksana senantiasa siaga mengantisipasi kondisi tersebut, menyangkut soal mikrofon ini, menjadi pembicaraan peserta dari luar provinsi dan buah bibir hingga hari kedua pasca pelaksanaan kegiatan.

Sesunguhnyapuncak acara pelaksanaan kegiatan HKSN sudah sesuai dengan skenario yang disusun panitia, beruntung pada saat acara hiburan, soundsystem dapat dikendalikan dan berfungsi baik, terlebih dengan acara peragaan “Sendratari membangun rumah panggung” yang menyedot perhatian penonton yang memenuhi lapangan karebosi Makassar.

Beberapa kalangan yang diminta tanggapannya mengatakan, kalau hal ini harus menjadi tanggungjawab Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang menugaskan personil di bidang pengeras suara, sehingga muncul anekdot salah seorang pengunjung,“biar semua pembesar hadir, kalau “Pembesar Suara” tidak berfungsi baik”

Maka pelaksanaan acara seakan kehilangan rohnya. Semoga dengan peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Prov. Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar untuk memperhatikan “Kasus Soundsystem yang Memalukan.

Berbagai rangkaian acara yang turut mewarnai pelaksanaan kegiatan HKSN di Makassar antara lain, Pameran Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan Biro Humas Kementerian Sosial R.I, stand dari Dinas Kab/Kota se-Sulawesi Selatan dan sejumlah KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang dibina Kementerian Sosial dan berada dalam koordinasi  Dirjen Pemberdayaan Masyararat.

Ditambahkan bahwa para acara puncak HKSN tgl 21 Desember 2013 di Makassar dilakukan dengan Penandatanganan Piagam Makassar yang berisi sejumlah poin untuk menugaskan komitmen pemerintah daerah dalam hal kegiatan sosial. Sebanyak 34 Gubernurse-Indonesia turut membubuhkan tandatangan.

Deklarasi “Piagama Makassar” diorientasikan untuk kesetiakawanan sosial berisi empat point penting yakmi, Komitmen untuk menggelar bulan bakti selama satu bulan penuh untuk kegiatan kesetiakawanan sosial, pembentukan satuan tugas (satgas) kesetiakawanan sosial setiap provinsi, pembentukan komite nasional untuk kesetiakawanan sosialdengan tekad terus mengawal dan merevitalisasi program sosial serta pembentukan pos komunikasi sosial (Poskomsos).

Pelaksanaan puncak acara HKSN Tingkat Nasional telah memberi kontribusi yang besar kepada para pedagang di Kota Makassar, Pusat ole-ole berupa sarung sutera, minyak tawon dan otakotak diserbu para tamu yang datang dari 34 provinsi di Tanah Air, termasuk dari Provinsi termuda Kalimantan Utara.

www. syakhruddin.com    Email  : syakhruddin@gmail.com
atau syakhruddin@yahooo.com
SMS : 081 2424 5938   Pin BB : 2A2 FC 722    Android  : 7BCE 9297

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *