Pernik-Pernik Ramadan

Berbagai aktifitas dilakukan kaum muslimin dalam menyemarakan suasana syiar Islam di bulan yang penuh berkah. Di Masjid Raya Makassar, selain kegiatan tarwih berjamaah, juga dilaksanakan pameran buku-buku agama Islam. 
Sehingga memberi pernik-pernik kehidupan di bulan yang didalamnya mengandung makna, sebagai bulan yang penuh rakhmat, maqfirah dan ikkunminanar.  Ramadan 1434 H, memberi berkah tersendiri bagi pedagang buku-buku yang bernuansa Islam. 
Agen buku agama dan pedagang kaki lima lainnya, memanfaatkan lantai dasar Masjid Raya Makassar, pedagang buku agama ini, mendapat peluang berbisnis dari Pengurus Masjid Raya. Kesempatan itu, tidak di sia-siakan, sejumlah pengecer buku agama, baik lokal maupun nasional, berlomba memanfaatkan peluang emas itu, dengan menggelar buku dagangan. 
Mulai dari kitab suci Al-Quran dengan berbagai bentuk, warna maupun kualitas, ada pula Al-Quran digital, geleri kaset dakwah turut dijajakan para pedagang. Selain itu, pedagang lainnya ikut mengais untung, seperti penjual songkok, penjual batu permata/cincin, penjual kurma, hingga jasa pijat refleksi, tidak ketinggalan penjual obat kuat, seperti yang dijajakan lelaki Rico N. Tundan dari Kalimantan Timur. 
Rico menjual “Akar Pasak Bumi” atau “Tongkat Ali” dengan harga Rp 50 ribu per paket. Rico yang akrab disapa “Abah atau Ustaz” oleh para pedagang. Setiap tahunnya Abah Rico, berjualan di Masjid Raya, satu bulan sebelum memasuki bulan suci Ramadan, Abah Rico sudah berada di Makassar. Di kalangan para pedagang, “Abah Rico” cukup familiar, postur tubuhnya yang bongsor dan jenggot yang tebal,  sehingga mudah dikenal. 
Rico menjajakan jualannya Akar Pasak Bumi, di pintu bagian timur Masjid Raya, dekat jalur jalan yang menuju tempat pengambilan air wudhu. Kepada calon pembelinya, selain penjelasan lisan juga diberikan lembaran yang berisi manfaat “Pasak Bumi” dari Kalimantan Timur.
 Selain itu, Abah Rico juga menjual parfum Aroma Terapi Produksi PT. Mamiri Makassar, menjadikan suasana lantai dasar Masjid Raya. Suasana kesibukan jual-beli, terutama ba’da sholat dhuhur. 
Sementara itu, ada juga layanan jasa, mulai pijit refleksi oleh anak-anak yang mencari rejeki di bulan yang penuh berkah, maupun jasa penitipan sepatu dan sandal, bahkan check kesehatan yang menggunakan perangkat tehnologi Komputer, sehingga terkesan seperti pasar kaget.   Salah seorang anak, menawarkan jasanya kepada Penulis, mau di pijit om, ujarnya polos. Tidak Nak, saya mau sholat, silakan om nanti kalau sudah sholat, saya yang pijit ya om, tuturnya penuh harap. 
Anak-anak ini memanfaatkan momentum Ramadan, dengan menjadi pemijat dadakan. Menurut penuturannya, dalam sehari mendapatkan uang jasa pijat antar Rp 50 s/d Rp 60 ribu perhari, tarifnya tidak ditentukan, tergantung keikhlasan orang meminta jasanya, tapi menurut mereka, tarifnya rata-rata antara Rp 5 s/d Rp 10 ribu per orang. Di pintu masuk sebelah  utara, terdapat jasa penitipan sepatu sandal, tarifnya juga tidak ditetapkan, sesuai dengan keikhlasan jamaah.  
Di sebelahnya ada Sandy, yang sudah enam tahun berjualan di Masjid Raya. Sandy menjajakan dagangannya diatas meja ukuran dua meter, dengan berjualan kurma Arab, Siwak serta parfum dengan harga bervariasi antara Rp 20 sampai Rp 30 ribu rupiah per botol. Setelah puas melihat-lihat barang dan buku-buku agama yang dijajakan para pedagang.
Selanjutnya menuju ke lantai dua Masjid untuk sholat berjamaah, disini para jamaah dapat menyaksikan “Al-Quran dengan diameter satu meter persegi.Usai  sholat dhuhur berjamaah, sebahagian jamaah memanfaatkan waktu membaca “Al-Quran” dan ada pula yang sedang tidur-tiduran, pendek kata momentum bulan suci Ramadan, benar-benar membawa berkah tersendiri bagi para pedagang buku agama dan penjual jasa lainnya di Masjid Raya Makassar. 
Sementara itu, di Pangandaran Jawa Barat, salah satu kabupaten yang baru saja melepaskan diri dari Kabupaten induk di Ciamis, melakukan perhelatan akbar. Selasa (16/6) mulai melantik para pejabat eselon yang akan mengisi jabatan baru di berbagai Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD). Suasana Ramadan 1434 H di sambut gegap gempita.
Setelah sekian tahun berjuang untuk menjadikan Pangandaran sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat. Para pejabat baru, sebagian besar berasal dari Ciamis ini, memilih untuk pindah dan membangun Pangandaran sebagai salah satu kabupaten yang memiliki kawasan wisata yang menjanjikan, seperti Kabupaten Toraja Utara di Provinsi Sulawesi Selatan. 
Memasuki hari ke sembilan puasa Ramadan di berbagai penjuru tanah air, semangat untuk melakukan sholat tarwih, buka bersama dan pasar murahterus digelorakan oleh lembaga-lembaga keagamaan termasuk pemerintah setempat. Kondisi dan suasana kota masih kondusif, walaupun riak-riak dari rencana Pilwalkot Makassar yang menampilkan 10 pasangan calon, dan hal ini merupakan rekor yang patut di catat. 
Tampilnya adik kandung Gubernur Sulsel, Irman Yasin Limpo bersama Abdullah Busra dengan tagline “IBU” menjadi batu sandungan bagi Golkar Kota Makassar yang mengusung, Supomo Guntur dan Kadir Khalid dengan tagline “SUKA”. Kesepuluh pasangan calon ini, tentunya memiliki kemampuan dan jualan politik untuk meyakinkan warga pemilih.
Terlepas dari semua itu, mari kita memanfaatkan momentum Ramadan 1434 H untuk senantiasa melakukan evaluasi diri, dengan memperbanyak sujud kepada-Nya. Selamat menunaikan ibadah Puasa 1434 H semoga kita tergolong hamba yang muttaqien, amin.
Salam Takzim, 
www.syakhruddin.com
email : syakhruddin@gmail.com 
email : syakhruddin@yahoo.co.id 
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.