Ketinggian kami terasa fana

Betapa besar ke-Mahakuasaan-Mu
Engkau menyangga langitmu
Tanpa tiang utama
Kuingin kembali turun
Melalui jalur yang tak biasa
Di bekas longsoran kami terjaga
Kalau tim Kami sudah tersesat
Kukirim seuntai harap dengan SMS
Kukirim doa buat orang-orang tercinta
Kutelesuri lembah dengan nurani
Hingga akhirnya bertemu tetua gunung, Tata Mandong
Lelaki pegunungan yang bersahaja
Menjaga Bawakaraeng dari empat penjuru angin
Membantu pendaki dalam menemukan jalan
Agar kelak selalu mencari jalan lurus
Tata Mandong lelaki Gunung yang penuh kharisma
Kearifannya akan suara alam selalu didengarnya indah
Walau terkadang suara gemuruh sering terdengar
Dalam nuansa suara alam yang makin syahdu
Tim Pendaki yang tersesat di Lembah Rammang
Adalah pelajaran berharga dari sebuah keputusan
Kehadiran para penolong di saat genting
Bagaikan air minum bagi musyafir di Padang Pasir
Terima kasih Tata Mandong
Terima kasih Para Penolong
Terima kasih Ya Allah, dan kini kami bertekad
Tak mau lagi tersesat jalan
Makassar, 27 Juni 2013
Puisi untuk Pendaki yang telah ditemukan
Di Lembah Rammang – Bawakaraeng-Tinggimoncong, Gowa, Sulsel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>