Tim Communication Rescue (CORE) Sulawesi Selatan dibawah kendali Drs.Daniyal Opo,M.Si yang dikenal Core-2mengerahkan personilnya bersama-sama dengan gabungan penolong dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Taruna Siaga Bencana (TAGANA), PMI, Jajaran Polres Gowa, Brimobda Sulsel dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Gowa, ke lokasi hilangnya lima orang Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalate yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 12 Makassar.

Kelima orang Mahasiswa yang hilang adalah
1.          Rajib Gandhi usia 27 tahun berkulit putih, rambut lurus dan tinggi 165 cm
2.          Rikar usia 20 tahun berkulit putih, rambut ikal pendek, tinggi 165 Cm
3.          Fian usia 20 tahun berkulit hitam, rambut kriting, tinggi 160 cm
4.          Ardan usia 25 tahun, berkulit putih rambut ikal pendek, tinggi 165 cm
5.          Wahyu umur 21 tahun rambut gondrong, berkulit hitam tinggi 165 cm
Informasi yang diterima koordinator CORE Sulsel dari Saudara YERSON HP 085 299 202 885 yang bermarkas di Lembangna, mengatakan, ia tidak ikut mendaki, selain menunggu sahabatnya pulang dari puncak.  Semula perjalanan menuju puncak berlangsung lancar sebanyak tujuh orang, akan tetapi setelah mencapai puncak pada posisi Pos 10, entah siapa yang memprakarsai untuk turun melalui jalan pintas menuju kearah “Ramma”
Sepintas lalu, jalur menuju kampong Ramma memang dekat dalam pandangan, akan tetapi setelah dijalani akan menemukan jalur yang terjal, apalagi lokasi yang dituju merupakan daerah longsoran pada peristiwa runtuhnya Gunung Bawakaraeng beberapa tahun silam.
Dua orang dari anggota tim masing-masing ARNOLD dan TRI tetap memilih jalur pulang sebagaimana sering dilalui para pendaki. Terlebih jalan tersebut telah diberi tanda berupa patok beton oleh Tim Kopasus yang tergabung dalam Koridor Sulawesi beberap waktu lalu, sehingga dengan mudah diketahui posisi para pendaki.
Arnold dan Tri tiba dengan selamat di Lembangna pada tanggal 24 Juni 2013, sementara kelima orang sahabatnya, hingga berita ini di publish belum juga tiba di Lembangna  yang merupakan pintu masuk utama. Seperti diketahui bersama, puncak Bawakaraeng berada pada posisi 2.874 meter diatas permukaan laut.

Ketua SAR Unhas, Jasmani Ghadi telah mengerahkan empat orang personilnya untuk mencari keberadaan mereka, mengingat pesan terahir yang diterima di Lembangna mengatakan, kelimanya tersesat dan sesudah itu tidak dapat lagi dihubungi. Prakiraan mereka tersesat antara tanggal 21 s/d 24 Juni 2013 dan rekan-rekannya dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalate, sudah bahu-membahu untuk mencari kelima rekannya yang tersesat di puncak Gunung Bawakaraeng.
Para pendaki rata-rata masih merupakan pengalaman perdana mendaki puncak Bawakaraeng. Pihak keluarga sangat berharap, semoga kelima Mahasiswa STIK ini dapat ditemukan dalam keadaan hidup dan dapat dibawa turun. Guna mendukung kelancaran kegiatan pertolongan ini, pihak TAGANA Gowa telah membangun Dapur Umum Lapangan (Dumlap) di Lembangna.
Salam Takzim,

www,syakhruddin.con
Email : syakhruddin@gmail.com
Email : syakhruddin@yahoo.co.id
SMS 081 2424 5938  PIN 2A2 FC 722

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>