Kutelusuri jalur Alauddin menuju perbatasan

Anganku menerawang ke angkasa raya

Fikiran berkecamuk diantara godaan syetan dan dzikir-dzikirku

Kulalaui pengendara lain dalam deburan asap jalanan

Jalur jalan yang berkelok

Menuntut konsentrasi tinggi

Hingga sampai batas kota

Disinilah kekesalan itu kutumpahkan

Kucoba menata perasaan

Agar tiba di kantor

Bisa berprestasi

Namun biasnya juga tetap merangkumnya

Kutinggalkan semua sesal dan kegundahan

Kuraih bantal sambil memanggil

Petugas jaga yang setia mengurus kantor

Ku minta bantuan memijatku hingga tertidur

Wahai kehidupan dan jiwa yang bergelora

Janganlah engkau mudah goyah dalam tekadmu

Karena ujian itu bagaikan sarapan pagi

Mari berkarya demi anak cucumu

Kuraih kursi dan kutuliskan karya

Kutumpahkan kekesalan dalam karya

Agar hati berbunga-bunga terlebih bila mengingatnya

Laksana kupu-kupu dan kembang yang mekar

Di ultah kotanya kuhadir disisinya

Dengan busana indah berparas cantik

Duduk diantara mereka dengan penuh canda dan tawa

Tapi setelah kusadar, ternyata itu hanya dalam mimpi
Salam Takzim,
www.syakhruddin.com
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722
email : syakhruddin@gmail.com
email : syakhruddin@yahoo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>