Bagai gayung bersambut, surat keputusan (SK) pensiun sebagai PNS pada Pemprov. Sulsel di terima Penulis, Rabu 8 Mei 2013 Pukul 17.00 Wita. Selanjutnya TVRI Makassar melalui reporter Muhammad Arfah, meminta Penulis datang ke studio  TVRI Makassar Jalan Kakatua No.15, membahas topik tentang pensiunan, kesejahteraan dan tata cara pemakaman sipil.

Halo, dengan Pak Syakhruddin ya ???, ini Arafah dari TVRi, mohon kesediaan Pak Haji mengisi acara Pukul 18.00 Wita di TVRI Makassar hari ini, Kamis 9 Mei 2013. Sebagai Pembina Tagana dan Pensiunan Dinas Sosial, ini merupakan tantangan, sekaligus kesempatan untuk tetap eksis di depan layar kaca televisi  Sulawesi Selatan yang di tonton ribuan pemirsa di daerah ini, kesempatan tersebut tidak disia-siakan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa PENSIUN, tidak bekerja lagi dengan menerima tunjangan bulanan, dengan demikian bahwa Pensiunan itu adalah seseorang yang menerima uang pensiun tanpa harus bekerja lagi. 
Namun bagi yang masih potensial untuk mengabdi, maka banyak lapangan pekerjaan yang terbuka, mulai dari membuka toko kecil di samping rumahnya, memelihara binatang ternak sesuai dengan hobbynya, menjadi dosen bagi mereka yang memiliki kapasitas untuk mengajar atau tinggal di rumah mengurus cucu. 
Ada anekdot di kalangan para pensiunan, bahwa ada tiga jenis pensiunan yang ada di Indonesia, (1) Pensiun Cina, maksudnya setelah pensiun mereka membuka toko kecil di samping rumahnya, baik dalam bentuk kedai, warung atau jualan pulsa, (2) Pensiun Belanda, sudah pensiun masih saja bawa stopmap kesana-kemari mencari order proyek dan yang (3) Pensiun Indonesia, yaitu setelah pensiun, tinggal di rumah mengurus dan bermain-main dengan cucu, hehehe…!!! 
Namun itu hanya sekedar anekdot para pensiunan Kantor Pos Giro Makassar, mereka yang mengisi waktu senggangnya, sembari bercengkrama di bangku panjang sembari menanti namanya di panggil oleh petugas loket yang akan membayarkan uang pensiunnya. 
Sementara mereka yang memiliki talenta untuk mengajar, maka uang pensiun dapat langsung di transfer masuk ke rekening, jalan  hidup saat pensiun dinikmati dengan melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi wisata di Indonesia, seperti, Bali, Toraja maupun Pangandaran di Jawa Barat. 
Intinya, masa pensiun itu adalah masa indah pascapengabdian. Pada kesempatan wawancara di TVRI Makassar, banyak hal yang menjadi topik bahasan dalam perbincangan tentang hidup di jantung Kota Makassar yang sedang giat membangun menuju kota dunia. Sudah menjadi mafhum bagi warga Kota Makassar, bahwa sesuai visi dan misinya.
Pemerintah menginginkan Kota Makassar tidak saja menjadi pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia, akan tetapi bisa menjadi pusat jasa, kota pendidikan, akan tetapi sekaligus dapat dijadikan kota wisata, termasuk didalamnya “Kota Demo Mahasiswa” yang walaupun terkesan anarkis, namun tingkat pencapaian dan regulasi pergerakan ekonomi berada pada posisi 8,4 diatas rata-rata nasional. 
Tentunya, semua ini tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dengan tagline, “Don’t Stop Komandan” yang menjadi nakhoda pemerintahan yang dicintai rakyatnya, sebagaimana Jokowi di Jakarta. 
Akhirnya sebagai pensiunan Pegawai Negeri Sipil, sudah sepantasnya kita mengucap syukur Alhamdulillah, karena telah menyelesaikan tugas pengabdian dengan baik tanpa harus berurusan dengan pihak yang berwajib ataupun penegak hukum lainnya karena persoalan kasus yang membelenggu di saat sedang menduduki jabatan. 
Semoga masa pensiun ini, dapat menjadi masa indah di akhir sebuah perjalanan hidup, sebelum maut datang menjemput maka marilah memperbanyak sujud keharibaannya, salamaki.
Salam Takzim,


www.syakhruddin.com
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 7F 722
Email : syakhruddin@gmail.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>