Enam Orang Tewas Di Sambar Petir

Pertama kali dalam sejarah di provinsi yang di pimpin DR.H.Syahrul Yasin Limpo, SH,M.Si,MH, dimana enam orang meninggal dunia seketika,  dan satu orang tewas tertimpa pohon, saat sedang melakukan panen di persawahan. Lokasi peristiwa terletak di Dusun Libureng, Desa Selli, Kecamatan Bengo Kabupaten Bone, Sabtu 13 April 2013 sekitar Pukul 04.30 Wita. Keenam orang dimaksud adalah ;

  1. Madissengg (43 tahun
  2. Kani (25 tahun)
  3. Masdar (27 tahun)
  4. Baharuddin (35 tahun)
  5. Iksan (35 tahun
  6. Appi (25 tahun)
  7. Naimah (warga Dusun Pammase,tewas tertimpa pohon)
Camat Bengo, Anwar dan Kabid Banjamsos Bone, Amirullah yang mendata jumlah korban, menuturkan bahwa, hujan yang turun di rembang petang di hari Sabtu 13 April 2013 

membuat petani bernaung dalam dangau (rumah di tengah sawah), setelah hujan agak reda, mereka bermaksud akan pulang ke rumah masing-masing, akan tetapi musibah tak pernah dinyata, tiba-tiba petir kembali berkelebat dan langsung menerpa ke enam orang yang ada di Dangau  mengakibatkan tewas seketika. 

Dua orang lainnya, berhasil selamat dari amukan petir masing-masing Abdul Hayat (45 thn) dan Samade (35 thn) sebelumnya di rawat di Puskesmas Lappariaja dan saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Perisitiwa yang menggegerkan ini, membuat warga Bengo dan sekitarnya menjadi panik, dan keesokan harinya semua jenazah dimakamkan di pekuburan setempat.

Kabid Banjamsos Bone, Drs.Amirullah mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak dapat memberikan bantuan dana duka, karena dalam juknis tidak tercantum tentang korban “keganasan petir” dan hal ini tentu bisa menjadi bahan rekomendasi bagi Kementerian Sosial Republik Indonesia, untuk menambahkan item pemberian bantuan sosial kepada korban keganasan petir, selamat jalan bagi warga Bengo, semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua,  innalillahi wa inna ilahi rajiun, salamaki

Salam takzim,

www. syakhruddin.com
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 7F 722
email :syakhruddin@gmail.com
email :syakhruddin@yahoo.co.id

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.