Kemsos Butuh Pekerja Sosial

Penangananpermasalahan sosial di Indonesia, masih sangat membutuhkan hadirnya, para Pekerja Sosial (Social worker), untuk menangani 26 PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). 
Pernyataan tersebut, dikemukan Mensos, Salim Seggaf Al-Jufri,MA pada acara Rakorbangkesos Regional V Sulawesi dan Diklat Pendampingan PKH (Program Keluarga Harapan) di Hotel Horison Makassar, Senin 25 Maret 2013.
Mensos juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada perguruan tinggi yang telah membuka jurusan kesejahteraan sosial. Di Indonesia terdapat 37 kampus yang membuka jurusan kesejahteraan sosial.
 
Di Prov. Sulsel, terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang mengembangkan bidang profesi ini, seperti STIKS Makassar, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurusan Kesos, demikian halnya dengan Univesitas Hasanuddin Makassar, selain itu, ada juga kampus yang lebih mengembangkan  penanganan PMKS melalui progam manajemen dan mitigasi bencana.

Oleh sebab itu, kepada perguruan tinggi, segera melakukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, jangan biarkan perguruan tinggi berada di menara gading, tutur Mensos.
Khusus lansia (lanjut usia) terdapat 2,8 juta orang,  belum termasuk persoalan anak, seperti anak jalanan, anak yg berhadapan dgn hukum dan balita terlantar. Hal ini,  harus ditangani secara profesional oleh para pekerja sosial, bukan melalui pendekatan seperti yg dilakukan Satpol PP.
Pada kesempatan tsb, Gubernur Sulsel, DR.H.Syahrul Yasin Limpo,SH,M.Si,MH mengucapkan, selamat datang Mensos dan rombongan di Sulsel.
Dikatakan, seiring dengan perkembangan pembangunan yang semakin meningkat, menempatkan Prov. Sulsel, memiliki angka pertumbuhan ekonomi 8,4 diatas rata-rata nasional.
 
Seiring dengan peningkatan itu, tentu membawa inplikasi sosial yang memerlukan penanganan secara profesional. 

Kehadiran kita selaku aparatur pemerintah, para bupati dan walikota, kami mengajak untuk saling bahu-membahu melayani dan mensejahterahkan rakyat.
Sementara itu, Kepala Badiklit (Badan Penelitian dan Pendidikan) Kesejahteraan Sosial, Kemsos R.I., Bapak Harry Hikmat,M.Si mengatakan, 
kegiatan Rakorbangkesos Regional V Sulawesi, berlangsung tgl 25 sd 28 Maret 2013 diikuti 75 peserta terdiri Kepala Dinas Sosial, Komisi Kesra DPRD dan Kepala Bappeda dari masing-masing provinsi.
Rakor di Makassar ini, mengusung tema “Melalui Rakorbangkesos kita wujudkan sistem kesejahteraan sosial nasional yang innovatif dan kompetitif”.
Pada kesempatan tsb, Menteri Sosial Salim Seggaf Al-Jufri, menyerahkan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) kepada 15 kab/kota di Sulsel,
 
Penyerahan mobil tangki air untuk Dinsos Soppeng, kendaraan operasional RTU (Resque Tactical Unit) untuk Kab. Maros serta penyerahan bantuan BBR (Bahan Bangunan Rumah) sebanyak 69 buah rumah, untuk korban kebakaran di Kab. Jeneponto serta penyerahan sertifikat TOT Nasional kepada empat orang trainer dari BBPPKS Regional V di Makassar.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Sosial, didampingi Gubernur Sulsel, Dirjen Linjamsos bersama staf ahli Menteri Sosial.
Usai pembukaan, Mensos dihibur dengan band persembahan dari Yayasan Tuna Netra Indonesia (YAPTI) Makassar, menampilkan dua buah lagu, satu diantaranya merupakan lagu kesayangan Gubernur Sulawesi Selatan, dengan lantunan lagu tersebut, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, langsung menarik maik dan bernyanyi dihadapan Menteri Sosial.
Usai pembukaan, dilanjutkan dengan wawancara pers dihadapan para wartawan cetak dan media elektronika, selanjutnya Mensos diantar Kepala BBPPKS, DR.Hayat, M.Si menuju bandara Sultan Hasanuddin dan kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Salamaki.
Salam Takzim,
www.syakhruddin.com
SMS : 081 2424 5938 PIN BB = 2A2 7F 722
email : syakhruddin@gmail.com
email : syakhruddin@yahoo.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *