Curah hujan yang melanda Kota Makassar di pertengahan bulan Pebruari 2013, membuat warga kota kembali waspada banjir. Beberapa jalan dalam Kota Makassar seperti, Jalan A.P.Pettarani, Jalan Urip Sumohardjo di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, beberapa kawasan di Antang  merupakan langganan banjir setiap kali hujan deras.

Peristiwa bencana alam seperti ini, memang sudah diprediksi dan disampaikan kepada masyarakat luas oleh pihak BMKG (Badan Meterologi Geofisika dan Klimatologi), bahwa puncak hujan pada bulan Januari dan Peburari 2013. 


Idealnya kondisi tersebut sudah harus diantisipasi. Akan tetapi peristiwa di Awal tahun 2013 yang menelan korban 23 orang, dengan kerugian milyaran rupiah menjadi pelajaran berharga bagi warga Kota Makassar dan sekitarnya, untuk tidak memandang sebelah mata.

Kali ini hujan kembali mengguyur setelah beberapa minggu panas terik, saat memasuki awal Pebruari 2013 suasana masih mendukung, tapi tanggal 17 Pebruari 2013 hingga tulisan ini di publish, hujan deras mengguyur Kota Makassar dan sekitarnya, diiringi angin kencang yang merubuhkan sejumlah pohon dalam kota.


Ditengah kondisi hujan deras, proses pembangunan rumah kost seri dua terus berlanjut, pekerjaan pondasi digenjot, pengecoran berjalan lancar, walau personilnya hanya dua orang, yaitu Daeng Nya’la dan Daeng Taba.

Kedua orang ini juga amat berjasa pada pembangunan rumah ANE, yang pemasangan pondasi pertama kali dilakukan pada Hari Senin 22 Mei 2000 oleh H.Mustafa (Almarhum).

Berselang tiga belas tahun kemudian, kedua pekerja yang disebutkan diatas, masih saja menjadi tukang dan buruh bangunan, keduanya tidak ada promosi jabatan, kecuali tenaganya sudah sedikit berkurang dibandingkan sepuluh tahun silam.

Ternyata memasang prasasti pada setiap moment kegiatan atau memberi catatan tanggal pada setiap kepemilikan barang, amat membantu daya ingat, serta memudahkan administrasi, sehingga sahabat ANE, ada yang menjuluki dengan, Bapak Serba Ada, dalam arti candanya ” Bapa’ Rompa”

Tidak seluruhnya konotasi “Bapa Rompa” itu negatif, karena semua permintaan rekan-rekan kerja, mulai dari paku tembok, palu (Hammer), tang, semua serba ada, apalagi kalau mencari arsip lama, ternyata di tangan “Bapa Rompa” itu masih tersimpan dengan rapih, lengkap dengan tanggal penyimpanannya.

Ditengah asyiknya membantu tukang, tiba-tiba handphone berdering, ternyata itu ada bunyi SMS (pesan pendek) yang dikirim oleh seseorang yang nun jauh disana.

isinya “jaga kesehatan dan jangan paksana diri” sebuah kata bijak yang harus diamalkan, karena tak ada arti semua harta benda, bilamana kesehatan Anda terganggu. Oleh sebab itu, jaga kesehatan sebelum datang sakitmu, sedia payung sebelum hujan,” salamaki.

salam takzim

www.syakhruddin.com
SMS 081 2424 5938 PIN 2A2 7F 722
email : syakh01@tabloid bawakaraeng.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>