Usai melakukan kegiatan olah raga bersepeda di pagi hari Selasa, 12 Pebruari 2013, langsung menuju halaman rumah dan mengeluarkan ayam jago dari kandangnya.
Dengan harapan memberi kesempatan untuk bisa menikmati alam bebas, mencari cacing tanah dengan menggaruk perumputan yang ada di sisi kandang.

Selain itu, terlalu lama di kandang tentu bisa mengalami stress dan malas bersuara, apalagi hidup dalam kandang, semua serba terbatas dan hanya kebaikan budi pemiliknyalah.
Bisa membuat ayam menjadi semangat bersuara dan membangunkan tuannya di setiap waktu sholat, ayam adalah penjaga waktu yang paling disiplin. 

Makanya dalam fengsui, orang yang bershio ayam digambarkan sebagai orang disiplin, suka bekerja keras dan mandiri dalam kehidupannya. Karakter ayam memang dikenal cerdas, suka mengayomi dan disenangi lawan jenis, terkadang seekor ayam jago dikeliling betina sekitar dua sampai lima disisinya.

Kembali ke soal ayam jago tadi, rupanya “maksud baik itu berbuah sial” saat saya mengambil koran Harian Fajar di pintu pagar, tiba-tiba sang ayam jago piaranku itu.
Datang menyerang paha sebelah kanan dan menggigit sepatu saya yang warnanya, hampir saya dengan warna bulunya, dua kali serangan ini, membuatku menangkap dan kembali mengurungnya di kandang dan tidak memberi makan pagi.

Dari peristiwa ini, kita dapat memetik hikmah bahwa binatang saja kalau lama di kandang terkadang galak, stress dan bahkan nekat menyerang tuannya, sehingga secara psikologis sesuatu yang dikandangkan itu harus mendapatkan layanan yang teratur dan jangan pernah mengaanggapnya sepele,
Karena pada saat yang diluar dugaan, bisa saja berbuat nekad, seperti ayam jago yang sering membuatku terkekeh karena suaranya seperti orang tertawa, warga disekitar rumahku menyebutnya “Ayam Ketawa”

Dari konteks ini terdapat dua asumsi yang harus dianalisis, pertama karena ayamnya lambat mendapatkan makanan jagung kesukaannya dan keduanya, warna sepatu yang Ane gunakan, sama dengan warna bulunya.
Sehingga muncul naluri persaingan sesama warna bulu, atau juga karena sang tuan lalai memberi perhatian, sebelum berolah raga, maka tuannyapun harus dihajar, “kira-kira demikianlah cara fikir “Ilmu Ayam di masa kini” serang dulu, urusan belakangan.

Bagaimana dengan orang-orang yang saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang hidupnya harus terkurung, sebutlah Anggie, Nazaruddin,dan Presiden PKS
Tentunya juga mengalami juga tertekan, stress, jauh dari pergaulan dan hidupnya tersiksa, hidup dibalik kurungan besi sungguh tidak mengenakkan hati.

Ternyata kebebasan itu, sangat mahal harganya, oleh sebab itu, mari kita yang belum dikurung ini, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, mencari rezeki yang halal, tidak perlu harus mengejar “kebendaan duniawi” dengan mengutip sepuluh persen dari bantuan yang telah kita berikan.
Seperti yang dialami oleh sahabat saya, di salah daerah di Jawa Barat, yang mengakibatkan harus “di diskualifikasi oleh atasannya” padahal tahun ini, masih dipromisi untuk menduduki jabatan yang sama.
Akan tetapi karena pimpinannya mendapatkan laporan dari mitra kerjanya, akhirnya sang atasan mengambil keputusan  menganulir pengusulan dan kembali “mengkandangkan” sebagai staf biasa, tanpa penghasilan tambahan, sepertilah nasib sang ayam jago tadi.

Terlepas dari kedua konteks diatas, maka kita dapat memetik hikmah bahwa kebebasan yang tidak terkendali dapat menjadikan kita terkurung, dan bila sudah berada dalam kurungan, maka kemerdekaan kita akan terbatas. 
Sebelum semuanya itu terjadi, mari kita senantiasa waspada dengan menyandarkan hidup dan kehidupan kita kepada sang Maha Pengatur, mengikuti perintahnya dengan menjalankan perintah sholat lima waktu secara teratur bagi yang beragama Islam.
Melakukan perintah agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan bagi mereka diluar Islam, agar raga ini terhindar dari kurungan, sebagaimana nasib ayam jago yang menyerangku secara tiba-tiba, salamaki.

salam takzim,


www.syakhruddin.com
SMS 081 2424 5938 Pin 2A2 2F 722
syakh01@tabloidbawakaraeng.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>