Puisi Sube

Kita bagaikan teman——yang selalu bersama dalam suka dan duka
Kita bagaikan sahabat—–yang selalu dengar keluhanku ketika kusedih
Kita bagaikan kakak——–yang selalu menegurku ketika keliru
Kita bagaikan guru———yang selalu mengajariku banyak hal
Kita bagaikan orang tua—-yang selalu menasehatiku

Terlalu banyak hutang budi yang tak bisa kubalas
Tapi waktu tak bisa terulang……kuhanya bisa berkata………MAAFKAN AKU bila ada ucapan ataupun tingkah laku yang menyinggung perasaan. Sekali lagi KUMOHON MAAF…….


Ku bangga telah mengenalta…
Ku senang telah lewati hari-hari lalu…
Ku tak ingin tali silaturahmi juga terputus dengan pensiun kanda dari segala tugas kedinasan

AKAN TETAP KUTARUH RASA HORMAT KANDA
TERIMA KASIH BANYAK KAKANDA ……………………SUBE ALIAS NANANG.
Puisi ini di tulis seorang anggota TAGANA bernama SUBE alias Nanang walaupun sesungguhnya bernama lengkap SUBHAN RAHIM. Dari padanya Ane banyak belajar tentang bagaimana memasak melalui ketel untuk para pengungsi. 
Di Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) dia di kenal “Sang Koki Handal”  secara person sangat amat dekat, bahkan saat meminang isterinya di Kabupaten Wajo, Ane hadir dalam kaitannya sebagai Kakak di Tagana, berbagai kegiatan JAMBORE, saya sisipkan namanya untuk mendapat kesempatan.
Keahliannya dalam dunia elektronika tidak diragukan, di TAGANA terkadang kami panggil “OPU SUBE” dan hari-hari bersamanya kini tentu akan terbatas seiring dengan perjalanan waktu. 
Perpisahan di Hari Kamis, 31 Januari 2013 telah memberikan nuansa yang cukup membuat “PILU” hanya mereka yang memiliki komitmen tinggi dan berjiwa TEGAR mampu melalui kondisi untuk meletakkan jabatan dengan baik, sama ketika pada saat pertama memangku jabatan.
Terima kasih dinda SUBE, engkau telah membuat diriku tersontak, sejenak menyeka air mata, “Air Mata Bahagia” karena ternyata masih ada juga deburan perasaan yang mengoyak perasaan di kalangan personil DUMLAP yang kelak akan memiliki nakhoda baru dengan konsep yang berbeda, sebagaimana kata orang bijak, Lain Koki Lain Masakan, Lain Kabid Lain Kebijakannya, Salamaki Dinda.

salam takzim,
syakhruddin@gmail.com




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *