Bila tak aral melintang, maka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1433 H akan diperingati keluarga Besar “Sayyek” di Cikoang Kabupaten Takalar, pada hari Sabtu, 9 Pebruari 2013 yang dikenal dengan acara ritual “Maudu Lompoa Ri Cikoang’atau (Peringatan Maulid Akbar di Cikoang Takalar Sulawesi Selatan)

Kegiatan ini, direncanakan akan dihadiri Gubernur  Petahana, DR.H.Syahrul Yasin Limpo,SH,M.Si,MH sekaligus sebagai ungkapan syukur, atas terpilihnya kembali sebagai Jawara, hasil perhitungan cepat oleh lima lembaga survey, selanjutnya  akan terus nakhoda di Provinsi Sulsel periode kedua,  yang dikenal masyarakat dengan istilah “OPPOKI”

Peringatan Maudu Lompoa Ri Cikoang Takalar, merupakan peristiwa sakral yang lama ditunggu-tunggu masyarakat. Segala persiapan yang berkaitan dengan acara peringatan sudah disiapkan mulai dari sekarang.

Beras yang akan digunakan untuk dipakai membuat “Songkolo” harus dari kualitas tinggi, demikian halnya dengan ayam yang akan dipersembahkan untuk acara pesta, sudah dikurung sebulan sebelumnya, agar makanan yang digunakan tetap terjaga dari makanan yang tidak steril.

Pendek kata, Maudu Lompoa adalah segalanya, termasuk bagaimana menyiapkan kain yang berwarna-warni yang akan di sangkutkan diperahu kecil atau “lepa-lepa” ada juga yang memasang diatas “Kandawari” sebuah perangkat khusus yang buat untuk mengusung bakul maudu. 

Suasana pesta yang semarak, menjadi tontonan paling menarik di Sungai Cikoang Takalar, termasuk di dalamnya menangkap itik di Sungai Cikoang dan pembacaan “Barasanji” atau sejarah kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Kegiatan yang dilaksanakan ini sudah masuk dalam agenda nasional, dan setiap tahunnya menyedot begitu banyak pengunjung. Keluarga Sayyek di Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kab. Takalar, mengaku sebagai anak turunan cucu Nabi Muhammad SAW yang datang menyebarkan Agama Islam di Cikoang dan sampai sekarang dikenal dengan sebutan “Keluarga Sayyed”.
Demikian halnya dengan  peringatan Maulid yang akan dilaksanakan Keluarga Besar Khalwatiyah, akan diselenggarakan tanggal 1 Pebruari 2013 mendatang, berpusat di Dusun Pattene, Desa Tumappadue, Kecamatan Maroso Kabupaten Maros.
Tokoh masyarakat sekaligus panitia pelaksana Andi Darman Wawu, mengatakan peringatan Maulid di Dusun Pattene, sama dengan peringatan di daerah lainnya di kawasan Sulawesi Selatan, ada bakul dan zikir bersama, bedanya dengan di Pattene, karena warganya terkait dalam Kelompok Tarekat Khalwatiyah sekaligus ziarah kubur kepada Guru tarekat yang dikenal dengan panggilan “Anrong Guruta”.
Peserta Maulid di Pattene biasanya diikuti sekitar 10.000 ribuan jamaah, datang dari berbagai penjuru tanah air bangsa ada dari Mancanegara. Mereka sudah berdatangan dua sampai tiga hari sebelum hari H, sehingga membuat ekonomi rakyat di kawasan tersebut bergerak, terbentuk pasar mendadak dan keramaian suara dzikir disetiap pelaksanaan sholat lima waktu senantiasa bergema.
Peringatan Maulid di Pattene, juga mengundang Bapak Ustaz Sanusi Baco,LC para pejabat Pemkab Maros, selain itu direncanakan dihadiri Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, yang  akan menjabat untuk periode kedua dengan tagline “Dont Stop Komandan”  

Salam Takzim

H.SYAKHRUDDIN DAENG LURANG
HP. 081 2424 5938
www.syakhruddin@gmail.com

   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>