Bawa Karaeng Kembali Menemui Pembacanya

Ada yang bertanya kenapa, mesti pakai Bawa Karaeng, maka pimpinan umum menuturkannya dengan gamblang, yang sepintas dapat kami catatkan, bahwa BAWA=Mulut, KARAENG=Raja

Sesungguhnya Bawa Karaeng itu adalah Sabda=Titah Raja, sementara di Sulawesi Selatan di kenal dengan keberadaan Gunung Bawakaraeng yang ditulis secara bersambung, sedang Tabloid Bawa Karaeng ditulis terpisah.

Pemaknaan Bawa dan Karaeng ini, yang memberi nafas dan etos kerja di kalangan redaktur, yang akan terbit mulai Maret 2013 dan akan terus menuliskan secara spesifik tentang berita, ulasan dan opini yang akan mengantar pembaca, untuk memaknai kehidupan dimasa kini dan yang akan datang, sehingga Bawa Karaeng memiliki tagline “Enak dibaca dan memang perlu”.
Usamah Kadir yang ditunjuk sebagai wakil pemimpin redaksi menuturkan, bahwa para redaktur yang terhimpun di Tabloid Bawa Karaeng, “Bukan Menulis Berita TETAPI Berita yang ditulis”
Sebagai Tabloid yang terbit di Gowa, bukan berarti hanya untuk konsumsi bacaan orang Gowa semata, melainkan media lokal yang bernuansa nasional. Di depan para redaktur yang tergabung dalam jajaran New Bawa Karaeng ini, Usamah Kadir menegaskan, ada tujuh unsur dalam setiap penulisan berita mingguan yaitu ;
  1. Aktual
  2. Magnitute
  3. Human Interest
  4. Langka
  5. Aneh
  6. Faktual
  7. Informatif
Pada pertemuan di Sabtu petang 19 Januari 2013, sekaligus menentukan terpilihnya Nurlina Parakkasi,SE sebagai sekretaris redaksi Tabloid Bawa Karaeng, Alumni Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi Makassar pernah bekerja di PT.Lantoraland dan di PT. Trakindo Utama Makassar.
Sementara itu, Pimpinan Umum A.Pidris Zain mengatakan, kembalinya terbit Bawa Karaeng ini adalah sebuah “Harga Diri”  ini sebuah kehormatan dan integritas sebagai orang yang dilahirkan “Butta Gowa”  sedang untuk menjadi seorang penulis yang baik, maka sesungguhnya dia termasuk pembaca dan pendengar yang baik, ungkap Pidris dihadapan para redaktur.

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

3 thoughts on “Bawa Karaeng Kembali Menemui Pembacanya

  • 21 Januari 2013 pada 4:53 am
    Permalink

    Aktual
    Magnitute
    Human Interest
    Langka
    Aneh
    Faktual
    Informatif

    pasti banyak pembacanya! tinggal dipublikasikan lebih luas lagi biar seluruh masyarakat lebih mengenal

    Balas
  • 7 Maret 2013 pada 6:56 am
    Permalink

    owh itu arti dari bawang karaeng. raja mulut dong kalo di jabarin 😀

    GPS Tracker

    Balas
  • 29 Maret 2013 pada 9:53 pm
    Permalink

    Enak dibaca, Perlu dan Unik, sebuah tagline yang diusulkan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.