Sekretaris Daerah Sulsel,H.A.Muallim,SH,M.Si memerintahkan kepada para Kepala BPBD Sulsel yang daerahnya dilanda banjir,puting beliung, longsor dan abrasi pantai untuk segera membuat RAB (Rencana Anggaran Belanja).
Sekda Sulsel yang memimpin pertemuan, dengan para Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dari Kabupaten Maros, Barru,Pinrang,Gowa,Takalar, Bulukumba, Jeneponto dan Kota Makassar, dua Kepala BPBD  yang disebutkan terakhir, sampai pertemuan usai tidak muncul di ruang kerja Sekda Sulsel.
Pertemuan membahas soal kegiatan tanggap darurat, selama musibah banjir yang terjadi sejak 1 Januari 2013, berlanjut dengan angin puting beliung, disusul longsor dan abrasi pantai di beberapa daerah.
Sejumlah Kepala BPBD yang hadir dipertemuan, dipandu langsung Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulsel, Drs.H.Mappagio,M.Si didampingi Kabid tanggap darurat, Drs.Apriawan.
Dalam pertemuan terungkap, bahwa Bendungan Tabo-Tabo di Kabupaten Pangkep menjadi prioritas utama dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum, dimana Dirjennya, turun langsung ke lapangan bersama Bapak Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menggunakan Super Puma milik TNI/AD.
Kepala BPBD Pangkep dalam perbincangannya dengan Penulis mengatakan, perahu cepat milik Dinas Sosial Pangkep, hanyut ke tengah laut, karena tali pengikatnya kecil.
Sementara terpaan banjir dari hulu sungai sangat deras. Demikian halnya, dengan keramba ikan milik Dinas Perikanan, tali ikatan di dermaga terputus, akibat derasnya air sungai, tiga buah rumah rusak, karena rumpon yang terbawa arus, turut menyeret rumah-rumah yang ada dipinggiran sungai di Kabupaten Pangkep. 
Di Kabupaten Sidrap, selain banjir disusul pula dengan angin puting beliung, mengakibatkan kerugian sekitar Rp 2,4 Milyar, pihak Pemkab Sidrap telah memanfaatkan dana tak terduga untuk kepentingan penangana tanggap darurat dan pelayanan masyarakat.
Kabupaten Pinrang, dihadiri langsung Sekda Pinrang, melaporkan, ada 12 kecamatan didaerahnya yang di landa banjir, abrasi pantai sepanjang sembilan kilometer, menurut taksiran sementara, kerugian sebesar Rp 4,5 Milyar.
Menyusul Kabupaten Barru, menyampaikan taksiran kerugian yang diderita oleh pemerintah setempat sebesar Rp 5,5 milyar, abrasi pantai sepanjang 7,8 kilometer membuat arus lalu lintas sedikit terganggu.
Sementara itu di Kabupaten Maros khusus di Kecamatan Camba dan Cenrana, terdapat tujuh buah jembatan titian, selama ini digunakan masyarakat setempat untuk memasarkan hasil pertanian.   
Sentra produksi yang selama ini menjadi andalan di kecamatan tersebut, juga disapu banjir, sehingga Kepala BNPB, Bapak Syamsul Muarif membantu Kab. Maros sebesar Rp 500 juta, nilai yang sama juga akan diperoleh Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Jeneponto yanag hingga saat ini belum terbentuk BPBDnya.
Sekda Andi Muallim pada kesempatan tersebut, mengharapkan kepada Kab/Kota yang terkena masalah banjir dan puting beliung, agar membuat pernyataan darurat dari Bupati setempat, selanjutnya menyusun RAB (Rancangan Anggaran Belanja) untuk perbaikan darurat.
Pada kunjungan kerja Kepala BNPB Bapak Syamsul Maarif di Provinsi Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, menyerahkan bantuan sebesar Rp 5,7 Milyar untuk digunakan sebagai dana tanggap darurat dan kondisi ini harus terus dipantau sampai benar2 Sulawesi Selatan masuk dalam kondisi aman.
Sebagaimana diprediksi oleh BMKG, bahwa curah hujan dan angin kencang akan melanda Provinsi Sulawesi Selatan dari bulan Januari hingga awal Maret 2013, kita akan terus melakukan upaya-upaya penanganan secara terkoordinasi, baik ditingkat kabupaten/kota maupun pada level provinsi dan nasional, tutur Sekda yang kini menjabat sebagai pelaksana Gubernur Sulawesi Selatan selama 14 hari kerja.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>