Perjalanan karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, bila tak ada aral melintang, Insya Allah, 1 Februari 2013 akan berakhir dan menyerahkan semua tanggungjawab kepada Kadis Sosial Prov. Sulsel, Ir.H.Suwandi,M.Si dan selanjutnya jabatan Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) akan kosong dan menanti pejabat baru yang selanjutnya juga akan memangku jabatan sebagai Koordinator TAGANA di Provinsi Sulawesi Selatan.
Menjelang masa akhir pengabdian ini, tiba-tiba Provinsi Sulawesi Selatan dilanda bencana secara beruntun, mulai dari banjir, puting beliung, longsor dan abrasi pantai. Keempat musibah yang datang beruntun dimulai sejak 1 Januari 2013 hingga tulisan ini dipublish masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Sebagai pejabat di bidang Banjamsos, maka tidak ada pilihan lain, untuk memberikan dukungan secara penuh, mulai dari pergerakan kegiatan tanggap darurat, mendirikan dapur umum lapangan, hingga penyaluran bantuan.
Akan tetapi belumlah berakhir sampai disitu, karena bantuan yang dikeluarkan masih harus dipertanggungjawabkan melalui berita acara serah terima barang, inilah yang biasa dilupakan para penolong, yang penting bantuan tiba di masyarakat, namun terkadang melupakan berita acara.
Di ujung pengabdian inilah, saya harus melakukan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat sesuai janji sebagai seorang aparatur Negara yang bergerak di bidang pekerjaan sosial dan sekaligus sebagai anggota TAGANA yang senantiasa konsen terhadap bidang pengabdian masyarakat.
Disini para penolong dituntut untuk menyelesaikan tugas dengan membuat laporan pertanggungjawaban dan menyelesaikan berita acara, dan jangan lupa masalah dokumentasi kegiatan akan merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah rangkaian pelayanan dan pemberian bantuan berbasis masyarakat.
Hari-hari pensiun kini semakin dekat, peralatan di kantor setahap demi setahap akan kami ikat dengan tali rapiah agar mudah diangkut, beberapa buku-buku petunjuk di simpan karena menjadi milik kantor dan buku-buku yang sifatnya pribadi tentu akan berpindah lemari ke rumah kediaman.
Semua akan berakhir dan tentu semua akan indah pada waktunya, perjalanan karier selama 32 tahun telah memberikan pengalaman yang sangat berharga, penugasan 5 tahun di Kalimantan Timur, yang meliputi Samarinda, Balikpapan dan Tanah Grogot kemudian ke Kabupaten Takalar selama lima tahun dan sekaligus menjadi korespsonden dari berbagai media telah memberi pengalaman berharga.
Masih teringat bagaimana pada tanggal 2 Februari 1979 menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan gaji pokok Rp 15 ribu per bulan telah memberi kenangan indah, dan sepertinya hanya berlangsung begitu singkat padahal itu telah terjadi 32 tahun silam.
Kini bulan Februari 2013 telah diambang pintu, persiapan untuk menyandang gelar sebagai seorang “Purnakaryawan” harus siap diterima dengan hati yang ikhlas.
Hari ini sudah memasuki pertengahan bulan Januari 2013 berarti sebentar lagi akan berakhir, terima kasih kepada Dinas Sosial c.q.Kementerian Sosial R.I. yang telah memberiku segala keterampilan, pemahaman, kearifan, cinta, kasih sayang dan kini semua akan berakhir dan beralih profesi menjadi redaktur pada sebuah media yang bernama “Tabloid Bawa Karaeng”. 
Melalui media inilah, kelak ada berkreasi dan memberi nuansa baru serta citra bahwa masa pensiun itu bukan masa berakhirnya pengabdian, akan tetapi itu adalah awal dari sebuah kemerdekaan  birokrasi dan menjadi warga masyarakat yang telah usia pengabdian di pemerintahaan dan kini saat yang tepat untuk melahirkan karya baru dalam gelanggang pengabdian yang berbeda, dan kegiatanku saat ini merupakan “Baktiku di ujung pengabdian”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>