Ismail yang tenggelam di Sungai Kanjilo anak Sungai Jeneberang di temukan tim gabungan SAR dan Tagana Kabupaten Gowa, Jumat pagi 4 Januari 2013.
Ismail yang masih duduk di bangku Kelas III SMA Negeri Pallangga, di awal tahun baru 2013 mandi-mandi bersama paman dan sepupunya. Ketiganya bermain di air bah yang sedang mengalir deras. Paman dan sepupunya melonjat dari atas jembatan Tangalla sementara Ismail meloncat dari tanggul. 
Sekalipun ketiganya mahir berenang, namun Ismail sempat meminta tolong karena terbawa air deras, apalagi kondisi hujan lebat. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, itulah kondisi yang dialami Ismail. 
Sempat muncul satu kali sambil berteriak minta tolong, sesudah itu hilang bersama air deras yang melintas dari kolong jembatan Tangalla.  Upaya pencarian yang dilakukan TAGANA bersama Tim SAR baik dari SAR Unhas, SAR UNM, SAR Brimob, SAR Pol Airud dan Basarnas sejak tanggal 2 Januari 2013, akhirnya berhasil diketemukan mengambang dengan kondisi tubuh yang mulai membusuk pada Hari Jumat 4 Januari 2013 sekitar Pukul 10.00 Wita.
Tim TAGANA Gowa yang dipimpin langsung Sekretaris Dinas Sosial dibantu kepala bidang Banjamasos bersama Daniyal Opo selaku koordinator lapangan. Usia penemuan, selanjutnya jenazah diusung ke rumah duka setelah dibungkus dengan plastik biru bantuan Kementerian Sosial R.I.



  1. Abdul Haris Mubarak says:

    ini adalah peringatan yang sangat berharga bahwa walaupun seseorang mahir berenang atau dalam hal apapun itu, kita tetap harus berhati-hati.

    semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan semoga perjuangan sahabat-sahabat relawan pencarian dan penyelamatan mendapatkan balasan kebaikan dari sang pencipta. amin yaa rabbal ‘alamin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>