Bencana Di Tahun Baru 2013


Hujan lebat yang turun tanggal 1 Januari 2013 mengakibatkan genangan dan banjir dimana-mana, di Kota Makassar tercatat, 165 orang yang dievakuasi karena rumahnya dilanda banjir, terutama RW.2 dan RW 8 Jalan Swadaya Kelurahan Batua Kecamatan Manggala dengan ketinggian air 1,5 meter.
Sementara itu, 14 pendaki Gunung Bawakaraeng yang umumnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terjebak badai. Akhirnya tim Basarnas dan gabungan SAR, PMI dan SAR Unhas  pada Pukul 11,40 Wita berhasil menemukan ke 14 orang pendaki pada ketinggian 2,180 diatas permukaan air, pada koordinat 05 derajat, 17 menit, 18 detik Lintang Selatan, 119 derajat, 55 menit,48 detik bujur timur.
Mereka umumnya kedinginan, namun belum sempat kehilangan suhu badan, ke-14 pendaki ini di evakuasi ke Dusun Lembanna, Desa Kampung Beru Kecamatan Tinggi Moncong Kab. Gowa.
Awalnya jumlah pendaki sebanyak 19 orang termasuk satu orang diantaranya adalah pelajar SD Al-Ashar Makassar yang berusia 10 tahun bernama SIDKEY. 
Kelompok pendaki ini terdiri 6 perempuan dan 13 pria dengan rincian.
1. Jaya 25 tahun Unhas
2. Supriadi 25 tahun Unhas
3. Diana Arif 18 tahun Unhas
4. Adi 24 tahun UIN
5. Ria 24 tahun UIN
6. Indah 24 tahun UIN
7. Nia 24 tahun UIN
8. Abdul Rahman 25 tahun UNM
9. Simon Firman 25 tahun UNM
10. Suparman 25 tahun UMI
11. Muhammad Fitria Tilu UMI
12. Kiki 25 tahun Politeknik
13. Nasir 49 tahun Prima Gama
14. Ishak 28 tahun Dosen
Sementara lainnya yang ikut mendaki adalah Siswa SMA yaitu ;
1. Ian 17 thn, SMKT Somba Opu
2. Mita 17 tahun, SMKT SOmba Opu
3. Haidir 17 tahun, SMKT Somba Opu
4. Ari 17 SMA Negeri 8 Makassar 
Selain itu, masih di Kabupaten Gowa Sdr. Ismail Siswa SMA Negeri III Pallangga tenggelam di Sungai Tangalla anak Sungai Jeneberang. Ismail yang sedang mandi-mandi dengan paman dan sepupunya terbawa air deras, walaupun Ismail mahir menyelam, sering memanfaatkan air bah untuk mandi di sungai. Paman dan sepupunya yang mandi-mandi sambil meloncat dari jembatan, sementara Ismail meloncat dari bibir tanggul. Sebelum terbawa arus masih sempat berteriak, “Allea Cikali” tuturnya dalam dialek makassar.
Di Takalar ratusan hektar lahan persawahan terendam banjir, mulai dari Kecamatan Polongbangkeng Utara hingga berimbas ke Pattalassang dan Kecamatan Polongbangkeng Selatan.
Selain rumah dan sawah banjir juga memenuhi ruas jalan utama yang menjadi akses bagi masyaraklat di Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
Sementara di Kabupaten Maros 4 kecamatan terendam banjir masing-masing Kecamatan Turikale, Kecamatan Bantimurung, Kecamatan Lau dan Kecamatan Moncongkomba, mengakibatkan 22 rumah terisolir akibat putusnya jembatan penghubung desa, terdapat 220 terendam banjir di Dusun Galagara Kecamatan Lau Kabupaten Maros.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *