Sejarah Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN)

Puncak Acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2012 akan dipusatkan di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara dengan Inspektur Upacara, Wakil Presiden Republik Indonesia.
Serangkaian dengan peringatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, DR.H.Syahrul Yasin Limpo,SH,M.Si,MH akan dianugerahi penghargaan berupa SATYA LENCANA KEBAKTIAN SOSIAL dari Kemnterian Sosial Republik Indonesia.
Bagaimana sejarah tentang HKSN, berikut ini ulasannya ; 
Tanggal 19 Agustus 1945, dua hari setelah diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia, diumumkan kabinet pertama yang didalamnya terdapat “Kementerian Sosial”  dengan Mr. Iwa Koesoema Soemantri ditunjuk sebagai Menteri Sosial pertama.
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyatakan bahwa tugas Kementerian Sosial adalah melaksanakan urusan fakir miskin dan anak-anak terlantar seperti yang diamanatkan dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam susunan pemerintahan selanjutnya yaitu Pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 20 DESEMBER 1948, Sehari setelah Tentara Kolonial Belanda menyerbu dan menduduki ibukota negara yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta, kemudian ditetapkan sebagai Hari Sosial, lalu berubah menjadi Hari Kebaktian Sosial Nasional dan belakangan ketika Menterinya dijabat oleh Nani Soedarsono, S.H. berubah menjadi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).
Jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial ini telah ditunjukkan bangsa ini, saat Tentara Kolonial Belanda menyerbu dan menduduki ibukota Negara di Yogyakarya, seluruh lapisan masyarakat dan kekuatan bangsa bahu-membahu, tua muda, laki-perempuan, baik dari kalangan petani, pedagang, pelajar, pegawai dan seluruh komponen anak bangsa bergabung dan membentuk mata rantai perjuangan.
Petani di desa memberikan dukungan logistik, menampung pengungsi dari kota, menyediakan rumahnya sebagai markas komando gerilya bahkan ikut serta berperang.
Kaum Ibu dan gadis belia menyelenggarakan dapur umum lapangan bagi para pejuang maupun pengungsi, mendirikan pos-pos kesehatan, menjadi perawat bahkan ikut sebagai anggota kelaskaran.
Mereka yang tidak ikut berperang membantu menyediakan logistik dan permakanan, apa saja yang mereka miliki dipersembahkan secara tulus ikhlas, seperti menyediakan kendi dan nasi bungkus, jagung dan umbi-umbian yang mereka miliki, para pelajar ikut bertempur, mulai sebagai kurir, petunjuk jalan bahkan menjadi mata-mata bagi pejuang, prinsipnya berjuang terus mempertahankan republik tercinta.
Peringatan Hari Kesetiakawan Sosial Nasional (HKSN) yang dilaksanakan setiap tanggal 20 Desember merupakan upaya untuk mengenang kembali, menghayati dan meneladani semangat persatuan, kesatuan dan kegotongroyongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang secara bahu-membahu mepertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan Kota Yogyakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.
Dewasa ini bangsa Indonesia tidak lagi menghadapi fisik perjuangan berupa perang dan pertempuran, akan tetapi dihadapkan berbagai masalah sosial, kemisikinan, keterlantaran, korupsi dan melemahnya semangat kegotongroyongan. 
Oleh sebab itu, modal dasar kesetiakawanan sosial berupa jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial harus diarahkan dan ditumbuhkembangan terutama di kalangan generasi muda untuk secara bersama mengatasi problema bangsa yang kini tengah dilanda arus globalisasi yang merasuk hingga pelosok pedesaan.
Kesetiakawanan Sosial adalah nilai, sikap dan perilaku masyarakat yang dilandasi pengertian, kesadaran, tanggungjawab, kesetaraan, partispasi sosial untuk mengatasi dan menanggulangi berbagai masalah sosail sesuai dengan kemampuan masing-masing dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih.
Peringatan HKSN Sulsel Tahun 2012
Tahun ini peringatan HKSN jatuh pada hari Kamis, 20 Desember 2012, Gubernur Sulawesi Selatan didampingi Kadis Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Suwandi Mahendra, M.Si dan Kepala Biro Protokol menuju Ternate untuk menerima Satya Lencana Kebaktian Sosial.
Sementara untuk peringatan HKSN di Provinsi Sulawesi Selatan direncanakan akan dilaksanakan tanggal 31 Desember 2012 di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Wirajaya Makassar, Jalan AP. Pettarani (Panti Cacat) ditandai dengan penyerahan tali asih kepada anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Se-Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *