Kaos Hitam Dari Tukul

Berbagai cara yang digunakan Bapak Adhy Karyono (Kepala Bagian Perencanaan) Setditjen Linjamsos Kemsos R.I. kepada para Kabid Banjamsos se-Indonesia. 

Pertemuan evaluasi akhir tahun yang dipusatkan di Jakarta, tepatnya di Hotel Best Westren Mangga Dua Jakarta bukan tanpa alasan yang mendasar.

Ternyata sudah lama di setting oleh satu tim kerja, kalau semua Kabid dan Kasi Perencana & Program se-Indonesia bisa bertemu dengan TUKUL di Studio Trans 7 Jakarta dalam acara Bukan Empat Mata.

Video Empat mata Edisi 5 Desember 2012 :

 

Segera setelah para peserta mendaftar di lobby hotel, diperintahkan untuk segera berkumpul jam lima sore dengan pakaian baju kaos putih dan celana jeans atau bebas pantas, suasana senja di ibukota pada hari Rabu, 5 Desember 2012 Pukul 18.00 Wib begitu riuh.
Para Kabid dan Kasi Perencana naik ke bus pariwisata yang sudah disiapkan panitia, langsung menuju Studio Trans 7 di kawasan Mampang Prapatan Jakarta,  tiba di studio ternyata kami bertemu dengan tim lainnya yang terdiri dari kontingen Banyuwangi, Komponen dari Persit KCK, Mahasiswa Universitas Galuh Kabupaten Ciamis Jawa Barat dan kelompok mahasiswa lainnya yang juga hadir di acara Bukan Empat Mata.
 
Setelah menerima instruksi dari Tim Kreatif TUKUL diantaranya, pada saat on air (mengudara/siaran langsung) agar peserta tidak ber-sms atau menelpon, cara duduk juga harus tegak tidak membungkuk, saat di tanya TUKUL  harus serentak menjawab.
 


Kamera diarahkan ke kelompok baju putiih, ketika di sapa TUKUL, yang baju  putih darimana ???  para Kabid dan Kasi Program serentak menjawab, Dinas Sosial se-Indonesia, Sang Penulis duduk di sektor kanan bangku ketiga, persis di belakang Bapak Adhy Karyono, Sementara disamping kanan Penulis, Kabid Banjamsos Palangkaraya dan posisi di sebelah kiri Bapak Drs. Zainal dari Surabaya Jawa Timur.


Saat sesi pertama berakhir, TUKUL memberi kesempatan kepada audance untuk bernyanyi, bagi mereka yang suaranya bagus dan menghibur penonton, di beri hadiah langsung berupa tunai Rp 100 ribu dan baju kaos hitam, bertuliskan Tukul Jalan-Jalan.

Pada sesi ke empat, TUKUL dalam suatu aksi melemparkan baju kaos kearah penonton yang berbaju putih, baju kaos hitam yang bertuliskan, Bukan Empat Mata. Sponton penulis berdiri dan meraih kaos tersebut, karena postur badan Penulis tinggi, maka praktis jangkauan tangan panjang, sehingga baju kaos bertulis, Tukul Jalan Jalan berhasil diraih penulis ditengah tepuk tangan yang meriah.

Begitulah suasana kegembiraan di acara Bukan Empat Mata dan penulis merupakan satu-satunya peserta yang berhasil meraih souvenir TUKUL di acara Bukan Empat Mata di Studio Trans 7 Jakarta yang menampilkan tiga orang narasumber yang cantik-cantik.

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

2 thoughts on “Kaos Hitam Dari Tukul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.