Entah apa yang akan terjadi, sebuah insiden berupa bendera sobek saat akan di gerek ke puncak oleh tiga orang petugas pada acara penaikang bendera, Senin 19 November 2012.

Semula yang akan bertindak selaku Pembina Upacara, adalah Kabid Banjamsos, akan tetapi menjelang acara akan di mulai, muncul Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H.Suwandi,M.Si
Tiga petugas bendera masing-masing, Syarifuddin, Nofriany Djamin, Auliyah Nur Yaqin, maju menuju ke tiang bendera dengan langkah tegap.
Auliyah mengikat bendera dengan tenang, lalu secara serentak menarik untuk mempersiapkan bendera di gerek, pada saat bendera dibentangkan, jahitan antara merah dan putih, sobek sepanjang lima centimeter dan mengeluarkan suara kreek…. 
Seorang diantara peserta upacara malah berteriak, wow…..!!! akan tetapi dengan penuh ketenangan, bendera tetap di gerek sampai ke puncak diiringi lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta upacara.
Ada asumsi, kalau bendera merah putih mengalami masalah maka akan terjadi sesuatu di sebuah kantor, kita berharap semoga dengan peristiwa tersebut tidak akan terjadi apa-apa di kemudian hari, karena semua ini tidak ada unsur kesengajaan.
Kadis Sosial Ir.Suwandi pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa dalam melakukan aktifitas hendaknya berprinsip pada 3 S yaitu ; Spirit, Speed dan Survive atau tetap bersemangat, cepat dalam tindakan dan tentunya memiliki daya tahan yang handal, tutur Suwandi yang tengah mempersiapkan dirinya untuk menjadi kandidat Bupati Enrekang pascabupati La Tinro La Tunrung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>