Sebanyak 31 buah rumah penduduk di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), di terpa puting beliung, Sabtu 27 Oktober 2012 sehari menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-84.Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, wilayah yang menjadi lokasi keganasan angin puting beliung meliputi Desa Tonrong Rijang, Desa Tonrong Lautang, Desa Sipodeceng, Desa Simpo Kecamatan Baranti dan Desa Abbokongeng Kecamatan Kulo.

Informasi dari Camat Baranti, Ahmad Yasin menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan bersama Tagana setempat dan untuk sementara disebutkan, rumah yang mengalami kerusakan parah antara lain, rumah milik Ambo Tuwo (70 thn), Abdul Kadir (43 thn), H.Lelang 75 thn). Sementara di Desa Tonrang Lautang menimpa rumah La Sulo (35 thn), P.Labe (65 thn), P.Rassa (55 thn), Pawella (50 thn) sedang Desa Abokongan menerpa rumah La Upa (55 thn).

Musibah yang datang tiba-tiba ini mengakibatkan Akram, bocah berusia 8 tahun  dan tercatat sebagai murid SD 5 Passeno, tertimpa atap rumah dan mengalami luka yang serius. Orang tua Akram yang bernama Lako (45 thn) menyaksikan bagaimana harus berjuang melawan sakit yang dideritanya dan hingga kini korban masih sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Arifin Nu’mang Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Sulawesi Selatan hari ini tanggal 29 Oktober 2012, segera membawa bantuan bencana alam Angin Puting Beliung ke Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap dengan personil :

  1. Abdul Rahman Saleh, SH, MM 
  2. Andi Rahman Sulo
  3. Sukimin Suardi
  4. A. Fajar Alamsyah
  5. Agus
  6. Muh. Reza Aprillah
  7. Herman
  8. Allahi
Langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu menyalurkan bantuan logistik ke lokasi bencana dengan Koordinasi Bupati Pinrang dan Bupati Sidrap, Dandim dan Dinas Sosial setempat serta menugaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana.

Selain itu, pada hari Senin 29 Oktober 2012, si Puting Beliung kembali beraksi dan menghantam kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep yang merusak 34 buah rumah dan 15 rumah diantaranya tergolong rusak berat.

Sementara itu, di Kota Makassar terjadi kebakaran mengakibatkan 6 buah rumah musnah terbakar akibat hubungan singkat arus listrik.Peristiwa yang terjadi 27 Oktober 2012 di Jalan Rappokalling Barat, Kelurahan Rappojawa Kecamatan Tallo Kota Makassar, baru dapat dikuasai setelah berjuang cukup lama, disebabkan karena akses yang menuju ke lokasi tidak dapat dilalui dengan armada PK (Pemadam Kebakaran), nanti setelah menggunakan selang sepanjang 100 meter, baru api dapat dikuasai setelah dua jam berjuang memblokir merembetnya ke kawasan padat penduduk.


Kondisi ini lebih diperparah dengan cuaca di Makassar yang mencapai 40 s/d 45 derajat setiap hari disertai dengan angin kencang, mengakibatkan api lebih cepat merembet ke sektor lainnya. Hingga kini rumah yang pertama terjadinya musibah kebakaran sudah dipasang garis Polisi (Police Line) untuk selanjutnya akan dilakukan penelitian dan mengungkap pemicu terjadinya kebakaran.

Hingga berita ini dipublish Tim Tagana Sulawesi Selatan telah melakukan  pendataan untuk memudahkan penyaluran bantuan logistik dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>