Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa INDONESIA, Sumpah ini diucapkan oleh Para Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 yang merupakan ikrar dari anak bangsa untuk senantiasa berada dalam satu kesatuan, dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Peringatan SP (Sumpah Pemuda), Minggu 28 Oktober 2012 akan diperingati dalam suatu upacara bendera di Gubernuran Makassar Jalan Jenderal Sudirman No. 33 Makassar dengan Inspektur Upacara Gubernur Sulsel, DR.H.Syahrul Yasiun Limpo,SH,M.Si,MH.
Kitapun harus mafhum bahwa sebagai anak bangsa, kita terus berubah dan berubah, untuk menjadi anak Bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan akan dengan setia memegang janji itu hingga tetes darah yang terakhir.

Peringatan HUT Sumpah Pemuda ke-84 tahun ini, bertaut dengan Peringatan Idul Qurban 1433 H yang telah diperingati pada hari Jumat 28 Oktober 2012.
Momentum Idul fitri sebagai hari yang paling agung atau sayyidul ayyam atau hari yang paling mulia dan istimewa dan diperingati seantero jagat raya, terlebih karena hari itu bertepatan dengan hari Jumat sebagaimana penanggalan 26 Oktober 2012.
Idul Adha adalah manifestasi dan realisasi dari dimensi spiritual yang sangat dalam, menyelami perjuangan panjang, pengorbanan dan kesabaran yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim,AS.
Dari kedua konteks diatas betapa berartinya sebuah sumpah yang telah diucapkan oleh para pendahulu dan begitu dalam akan kesabaran figur Nabi Ibrahim, AS yang kesemuanya itu menunjukkan kepada kita, pentingnya kehadiran orang lain disisi kita.
Betapa indah dan mempesonanya pemujaan dan pemuliaan kita kepada Allah SWT. Dia-lah Yang Maha Esa,  oleh umat manusia yang berbeda-beda .
Barangkali tidaklah berkelebihan atau tidak menyesatkan kita jikalau dinyatakan, betapa indahnya iman seseorang kepada Allah Yang Maha Tunggal, karena kita semua telah melaksanaan amanah dari sumpah melalui ritual dan gaya pemujaan yang berbeda-beda.
Pertanyaan sekarang, masihkah Sumpah Pemuda itu menjadi dasar atau acuan kita untuk bertindak demi persatuan dan kesatuan diantara sesama, kenapa masih kita saksikan tawuran antarmahasiswa, perkelahian antaretnik yang membuat membuat kita miris, bahkan fenomena perebutan daging kurban yang kita saksikan melalui televisi, atau perkelahian diantara geng motor dan perkelahian pemuda antara Orang Bima dan Orang Makssar, gara-gara sepele saja atau pembakaran kampus yang merupakan tempat menunt ilmu pengetahuan dengan menelan kurban jiwa yang sia-sia.
Semoga di Hari Ulang tahun Sumpah Pemuda tahun ini, menjadi momentum untuk senantiasa mawas diri dan bertanya pada diri masing-masing, masih ampuhkah Sumpah Pemuda di kalangan pemuda atau mereka yang sampai saat ini dalam jiwanya mengalir semangat kepemudaan…. Sebuah tanya dan kini Anda-lah yang harus menjawabnya, Salamaki.
Tulisan pena ini di buat, untuk memperingati
Hari Sumpah Pemuda Tgl 28 Oktober 2012
Kupersembahkan untuk seseorang yang saat
Ini sedang menuntut Ilmu di Kota Bandung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>