Pelaku penikaman mahasiswa bernama Arsyal Bachtiar yang membunuh dua orang mahasiswa UNM (Universitas Negeri Makassar) masing-masing Resky Munandar (19 thn) dan Harianto (22 tahun), berhasil dibekuk aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Poltabes) Makassar, Jumat 12 Oktober 2012 sekitar Pukul 01.45 Wita.
Arsyal Bachtiar dibekuk di Jalan Tanjung Raya Kecamatan Mariso Kota Makassar, dari penangkapan tersebut  berhasil disita barang bukti senjata tajam berupa badik yang menewaskan dua mahasiswa yang sedang menuntut ilmu pengetahuan di Universitas Negeri Makassar yang terletak di Parangtambung Makassar, kini nasibnya terancam di jerat Pasal 338 KUH Pidana tentang menghilangkan nyawa orang lain, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau penjara seumur hidup.
Resky merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, hanya saja, ia menjalankan proses perkuliahan di UNM, sebelum pihak birokrasi mengeluarkan (SK) Surat Keputusan (DO) Drop Out terhadap diirinya, sementara Harianto adalah mahasiswa angkatan 2008 Fakultas Tehnik UNM.

Pelaku berhasil di tangkap karena di sekitar TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) ditemukan dompet pelaku, dari situ pihak Polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan, ujar Kapoltabes Makassar, Kombes Pol. Erwin Triyanto  di Polsek Tamalate Kota Makassar.
Saat diinterogasi, pelaku sempat mengelak melakukan tindak pidana penganiayaan berat, namun setelah diperlihatkan rekaman CCTV (Closed Circuit Television) yang berada di Rumah Sakit Haji Makassar, pelaku yang diketahui sebagai salah satu Panglima Perang Fakultas Seni dan Desain UNM tidak dapat berkutik lagi.
Kasus penikaman yang berujung tewasnya dua mahasiswa itu, merupakan buntut dan  bentrokan antarmahasiswayang melibatkan dua fakultas yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) yang tejadi Kamis 11 Oktober 2012 dan berujung dua orang tewas dan 17 orang lainnya luka-luka.
Reski Munandar yang lahir di Bulukumba 12 November 1990 telah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bonto Macinna Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Jumat 12 Oktober 2012 sekitar Pukul 11.30 Wita. Ayah korban Syamsualam tak mampu menahan kesedihannya ketika jenazah anaknya terbujur kaku dihadapannya, Padahal Rezki merupakan semester akhir dan tak lama lagi akan diwisuda dan menjadi calon guru, namun dia tewas di ujung badik.
Dari peristiwa yang memalukan ini mengakibatkan 2 tewas dan 17 orang luka-luka, 6 orang yang dilarikan ke Rumah Sakit Haji masing-masing; Muzakkar (Tehnik), luka pada kaki sebelah kiri terkena anak busur, Wahyu (Tehnik) luka pada dada terkena busur, Fikri (Seni dan desain) luka robek pada dagu terkena lemparan batu, Nur Hardsyah (Seni dan desain)  luka pada mata sebelah kiri terkena batu, Fahmi (Seni dan desain) luka robek pada kepala terkena batu, Taufan Hidayat (Tehnik) luka pada bagian pelipis kanan terkena lemparan batu.
Sementara 5 orang mahasiswa yang dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara, masing-mamsing, Ilham Ismail (Seni dan desain) luka kaki sebelah kiri terkena busur, Budiman (Seni dan desain), luka pada tangan kanan terkena busur, Ahmad Laturangga (Tehnik) luka di bibir terkena anak busur, Ridwan (Seni dan desain) luka pada pipi dekat telinga, Fitra Gunawan (Seni dan desain) luka robek pada jempol kanan terkena anak busur.
Menurut sumber di kampus penghasil guru ini, semula hanya kesalahpahaman antar dua mahasiswa dari dua fakultas di pintu parkir MIFA (Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam), tiba-tiba keduanya terlibat perkelahian. 
Keduanya kemudian melaporkan kejadian itu kepada rekan-rekannya, tak berselang lama, dua fakultas dari kampus penghasil guru itu saling serang dengan menggunakan batu dan anak panah bahkan sempat terdengar senjata api rakitan jenis paporo yang dilepaskan mahasiswa, yang berujung pada pembakaran 7 buah sepeda motor dan kerusakan gedung perkuliahan dan perkantoran serta café di kampus itu.
Tawuran yang berlangsung di kampus, tidak berakhir sampai disitu, ketika sedang berada di  UGD (Unit gawat darurat di RS. Haji Makassar, tiba-tiba sekelompok mahasiswa menyerang kedalam UGD dengan menggunakan senjata tajam, saat itu tidak ada pengamanan dari pihak Polisi di RS haji.
Para Mahasiswa langsung mengejar dan menikam kedua mahasiswa, Resky di tikam di dalam rumah sakit, ia tewas bersimbah darah di lokasi kejadian, sementara Harianto di tusuk di depan ruangan UGD di RS Haji, ia sempat mendapat perawatan, namun karena lukanya cukup parah hingga nyawa korban tidak tertolong.
Kuat dugaan, kalau kedua korban sudah diincar sebelumnya, di samping itu, pelaku penikaman dinilai berpengalaman, pasalnya pelaku mengincar dada sebelah kiri korban dan merupakan daerah jantung.
Ada sembilan orang yang berhasil diamankan Polisi dan kini sedang diperiksa secara intensif, pihak Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Hery Tahir mengatakan, bahwa jelas dalam aturan mahasiswa, bahwa mahasiswa yang telah dijadikan tersangka maka pihaknya langsung memecat dan tidak perlu lagi menunggu putusan hakim di pengadilan.
Sementara itu Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. DR.H.Arismunandar,M.Pd yang disaat kejadian peristiwa berada di Prancis, menyatakan sangat malu dan akan mempercepat kunjungan kerjanya dan kembali ke Makassar pada kesempatan pertama, demikian halnya dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang secara khusus berkunjung ke Makassar, menyatakan dengan  kejadian yang sangat pahit dan memalukan ini bahwa mahasiswa di perguruan tinggi tawuran.
Hal ini bisa berdampak  dengan tingkat sanksi mulai dari rektor, wakil rektor, kepala program studi bahkan penutupan program studi, bilamana terapat kelalaian pihak perguruan tinggi, tegas M. Nuh dihadapan peserta pertemuan yang dihadairi para rektor, gubernur dan Kapolda Sulsel.

Selain itu, hal yang memberatkan pihak kampus adalah ditemukannya ganja kering sebesar 2,5 kg dalam bentuk paket yang siap edar, demikian halnya dengan anak panah (busur) dan senjata tajam berupa badik, semua ini ada di kampus penghasuil guru yang dahulu bernama IKIP Ujungpandang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>