Mertua Gawat Menantu Panik

Tersebutlah ayahanda H.Donding Daeng Ngerang, usia 76 tahun, Pensiunan Pegawai Kantor Pos dan Giro Makassar, Kamis Malam 11 Oktober 2012 Pukul 19.00 Wita dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Stella Maris Jalan Somba Opu 273 Makassar

Ikhwal penyakit yang diidap adalah penyakit asma akut, menjelang saat adzan Magrib, Sang mertua yang sudah mulai uzur ini, mengalami sesak nafas, lalu diperiksa pada dokter praktek yang juga tetangga di Jalan Tupai Makassar.

Dokter Djayakusli yang memeriksa pertama, menemukan kejanggalan pada saluran pernafasan, sementara tensi menunjukan 190/110, hasil diagnosa segera dilarikan ke instalasi gawat darurat, karena kondisi fisik susah untuk bernafas. 

Beruntung anak ponakan segera mengirim berita melalui group blackbery dan melaporkan kalau kakeknya sedang dilarikan ke instalasi gawat darurat. Kami semua, mulai dari Mantu, Anak, Cucu dan Cicit bergegas ke rumah sakit, dan ternyata sang mertu telah mendapatkan perawatan di IGD, kemudian diarahkan ke kamar 315 untuk mendapatkan layanan lanjutan.

Ketika sudah  di kamar, berdatanganlah anak-anak dan cucu dari ayahanda H.Donding Daeng Ngerang dan Ibu Hj. Zainab Dg Tjaya, berkali-kali mereka bertanya, dimana saya ini, lalu sang cucu menjawab, di rumah sakit kek, seraya bernafas dengan amat susah.

Setelah selang simulator dimasukkan ke hidung, lalu dimasukkan cairan, selanjutnya dipasangkan alat pembuang dahak dan pemasangan rekam jantung oleh suster yang bertindak taktis dan ramah.

Setelah jam menunjukkan Pukul 23.00 Wita, kondisi sudah mulai membaik dan perlahan-lahan beliau menutup matanya, karena nafasnya sudah mulai normal kembali. Para anak mantu dan sebagian cucunya kembali ke rumah masing-masing seraya mendoakan, agar sang Nenek senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat.


Peristiwa yang terjadi di malam Jumat ini membuat anak Menantu dan para cucu menjadi panik setelah Bapak mertua  dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat, beruntung ada pemahaman yang diperoleh melalui aktifitas Tagana, sehingga gerakan TRC (Tim Reaksi Cepat) dapat dipraktekkan.

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.