Bumi Turatea di Kelurahan Tamanroya-Boyong Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto kembali membara, mengakibatkan 35 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dengan rincian, 24 buah  rumah rata dengan tanah, 2 buah rusak berat dan 5 buah rumah rusak ringan.

Menurut penuturan warga, sumber api berasal dari rumah keluarga Daeng BUSA yang pada hari Sabtu 6 Oktober 2012 sekitar Pukul 12.30 Wita sedang memasak air di bawah kolong rumahnya yang berdinding gerabah. 

Entah bagaimana api yang semula kecil, tiba-tiba merambah ke bagian dinding dan menghanguskan seluruh rumahnya. Kondisi alam Jeneponto yang memiliki hembusan angin yang kencang membuat rumah tetangga Daeng Busa, dalam waktu sekejap menjadi bara api dan melalap perkampungan Tamanroya Boyong.

Hanya berselang kurang lebih setengah jam api baru dapat dikuasai setelah membumihanguskan rumah tetangga Daeng Busa. Daeng  Busa memiliki profesi sebagai dukun kampung yang di kenal dapat memperbesar alat kelamin laki-laki, masyarakat sekitar menyebutnya dengan ucapan sinis sebagai dukun cabul.

Ironisnya di saat api sedang bergejolak, keduanya mengambil sepeda motor lalu pergi meninggalkan rumahnya yang sedang di lalap di jago merah, itulah yang membuat tetangganya sedikit menaruh benci terhadap tingkah laku Daeng Busa.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang mendapatkan laporan dari Kabid Banjamsos Kabupaten Jeneponto, Bapak Drs. Abd.Hafid serta Koordinator TAGANA Kabupaten Jeneponto, Drs.Hasanuddin Daeng Tutu segera menurunkan bantuan darurat berupa, sarung, daster, baju kaos, pakaian sekolah, kit ware, family kit serta mendirikan tenda darurat di lokasi kebakaran. 

Peristiwa kebakaran ini merupakan kejadian yang ke empat dalam sebulan terakhir, di awali dari Desa Punagaya di samping PLTU Punagaya, menyusul Desa Beroanging Kecamatan Bangkala dan Desa Lentu Kecamatan Rappoa dan yang terbesar adalah di Kelurahan Tamanroya-Boyong Kecamatan Tamalatea.

Ketua LPM Tamanroya, Abdul Rasyid dibantu  Tagana setempat membuka Posko Kebakaran bertempat di salah satu rumah warga, hingga saat ini dilaporkan, bantuan dari masyarakat sekitar maupun pihak pemerintah mengalir ke lokasi korban kebakaran, demikian halnya dengan Mahasiswa yang berasal dari Jeneponto melakukan penggalangan dana di jalan raya dalam Kota Makassar, diantaranya di Jalan A.P.Pettarani Makassar.



Tim dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan masing-masing, Kabid Banjamsos, Dra.Hj.Makhriani, Wahidah, S.Ip, M.Sc dan dua anggota Tagana  Ir. Abd.Rakhmat yang bertindak sebagai sopir RTU (Resque Tactical Unit) turun langsung membawa bantuan ke lokasi korban, di terima Kabid Banjamsos Kab.  Drs.Abd.Hafid dan segenap jajaran Tagana Kabupaten Jeneponto.



Salah seorang janda tua bernama Dalimang yang menerima bantuan secara simbolis tak mampu menahan airmata saat menerima paket tersebut, sembari  sesunggukan sang korban  mengatakan, sudah habis mi rumahku Nak, saya tinggal sebatang kara dan semua milikku sudah habis, tuturnya dalam dialek Bahasa Makassar yang medok, sembari meneteskan airmata dalam pelukan Kepala Bidang Banjamsos Sulawesi Selatan.

Usai menyerahkan bantuan, Tim Dinsos Prov. Sulsel  meninjau langsung lokasi kebakaran, selanjutnya menyempatkan diri ke lokasi Keserasian Sosial (KS) yang di kelola Forum Keserasian Sosial Abbulosibatang Desa Turatea Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.

Hingga tulisan ini di publish di blog, bantuan dari Kementerian Sosial berupa dana tunai belum masuk dalam rekening forum. Namun pihaknya telah melakukan langkah-langkah persiapan untuk penyelesaian pembuatan Talud yang akan menghubungkan dari drainase pembuangan langsung  ke persawahan warga  yang berlokasi di Dusun Rappo Jawayya di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>