Dera demikian namanya biasa kusapa, perempuan kelahiran blasteran Sunda-Makassar memiliki penampilan yang aduhai, di kalangan sahabatnya memang dia tergolong cerdas. Sering kami berhubungan melalui jejaring sosial, hanya saja beberapa minggu ini terakhir ini, tak ada kabar berita, belakangan saya mendapat kabar, kalau Dera tengah terbaring sakit, akibat volume kerja yang padat di saat mudik lebaran.

Ku coba kutelusuri berbagai aktifitas dan informasi dari sahabat-sahabatnya, Dera memang mengalami suasana batin yang kurang menguntungkan, karena atasan tempat mereka bekerja tidak memberi peluang untuk berkembang, bahkan beaya operasional dan segala macam yang berkaitan dengan penghasilan resmi sebagai hasil kerja tim, tidak juga dibagikan kepada rekan-rekan kerja,  termasuk kelompok kerja Dera. Semua ini menjadi pemicu sakit dan beban fikiran baginya dan pada gilirannya bermuara pada beban batin yang berujung pada gangguan pencernaan dan terpaksa harus istirahat sesuai anjuran dokter.
Ketegasan dan ketulusan Dera sudah teruji, hal itu disebabkan karakter dari  darah daging sang leluhurnya yang orang Makassar, mungkin itulah yang membuatnya selalu tegar dalam tantangan, maka sejak kuterima info darinya, kucoba menapaki jalan-jalan kehidupannya melalui rekam jejak yang penuh dengan perjuangan, dan untuk itu kepadanya kupersembahkan sebuah sajak semoga menjadi pelipur lara di kala sendu, dengan harapan dapat kembali sehat seperti sedia kala.
DERA SANG PENGGAGAS
Kutulis di blog ini untuk dan atas namamu
Kuharap dirimu tetap tegar dalam derita sakitmu
Terlalu berat beban perjuangamu
Namun kuyakin akan mampu memilah dan memilih
Diantara tugas pengabdian dan kasih sayang
Tetaplah pada pendirian dan ketegasanmu dalam sikap
Karena sebagai penitisan anak pelaut
Pantang biduk surut ke pantai
Ikrar baktimu kukenang selalu
Laksana Sang Guru yang mengajarkan kebijakan
Di kekinian fisikmu rapuh diterpa tugas
Namun jiwamu tetap menggelora
Laksana Srikandi yang tak mudah gentar
Bangkitlah hai sang penggagas
Penakluk hati yang menerobos sukma
Diantara relung-relung jiwa yang hampa
Semoga derita ini cepat berlalu
Kupersembahkan buat seseorang yang sedang terbaring
Melawan derita sakit, semoga puisi ini menjadi obat baginya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>