Ceritera Lucu Para Ustas

Selama bulan suci Ramadan 1433 H para kiyai, Ustas serta Dai telah menyampaikan ceramah agama dengan gaya dan cara masing-masing. Berikut ini ada sejumlah joke-joke para Ustas yang berhasil dicatat Pengurus Masjid Al-Muawanah Sosial untuk dirilis ulang dengan gaya bertutur. Adalah Ustas Ashar Tamanggong,S.Ag yang memberi tausiyah pada saat sholat Dhuhur (16/8) mengatakan.

Keberkahan dalam hidup, adalah bagaimana mendapatkan pasangan suami-isteri yang setia. Konon ada seorang Kakek, pamit dan mengatakan kepada isterinya, saya mau ke apotik untuk beli formalin ??? untuk apa ??? untuk mengawetkan cintaku padamu, karena tak mau di kalah, sang Nenek berkata, sekalian dengan flash disk. Untuk apa, saya mau transfer kasih sayangku padamu, hadirin pun geger dibuatnya. 

Lain lagi dengan ustas H.Radjamuddin Patong,S.Pd.I yang akrab di sapa Ustas Radja, saat menjadi pemandu haji tahun lalu, ada jamaahnya yang pengen di antar masuk ke Masjid Raodah. Sebelum masuk dia berpesan, silakan ke Raodah saya menunggu di pintu depan. Setelah lama menunggu sang Ustas kembali ke hotel, apalagi waktu itu saya ditugaskan bawa sandal, tuturnya.
Akhirnya pada jam sembilan pagi, Sang jamaah yang berusia lanjut baru pulang ke pemondokan, sambil bersorak makasih Ustas, saya sudah banyak berdoa di Raodah, sejurus kemudian Sang Ustas bertanya, apa doanya ???, Semoga saya bisa mengikuti jejak Rasulullah, oh bagus itu doanya, sudah berapa umurnya Kek, sudah 62 tahun, berarti tinggal satu tahun lagi hidup, karena Rasulullah meninggal di usia 63 tahun. 
Sang Kakek, terperangah menatap Ustas, kalau begitu antar lagi sebentar subuh Pak Ustas…… hups sang kakek takut mati, hehehe.  Lain halnya dengan Ustas DR.H.Syawir Dahlan,M.Ag dalam tausiyah di malam kelima Ramadan 1433 H, bahwa di kaki kita terdapat 242 chanel penyakit, dalam pengalamannya masuk ke rumah sakit untuk mendoakan kesembuhan banyak terletak di kaki. 
Saat berkunjung ke salah satu rumah sakit ternama di Makassar, hanya untuk mendoakan orang yang terkait dengan urusan kaki. Ke unit perawatan satu, sakit kaki kiri karena keseleo, ke perawatan dua, sakit kaki kanan karena asam urat, di peratawan tiga, Sang Ustas menjumpai pasien, kedua kakinya digantung, karena ikut balapan liar dan tabrakan, jadi waspadai itu kaki, tuturnya dengan nada bercanda. Demikian hal dengan usus, ada penyakit karena usus turun, 
Ada juga usus naik dan terakhir ada karena usus buntu. Oleh sebab itu, Ramadan membentuk kita untuk kembali sehat, Tsummu Ta’simu (berpuasalah engkau supaya sehat), tutur sang Ustas. Lain lagi dengan Ustas Amiruddin dari Gowa, beliau dengan nada serius mengungkapkan, dalam perjalanan di bulan suci Ramadan ada yang membagi dengan tiga bagian Ramadan, 
Yaitu malam pertama sampai sepuluh Dia di masjid, Malam ke-11 sampai ke 20 ada di Mol Panakukukang dan Malam ke-21 s/d 30 sibuk di Terminal. Selain itu ada tiga K yang ditakuki dewasa ini yaitu K1 (KPK), K2 (PKK) dan K3 (BPK), tuturnya sambil menyaksikan jamaah yang sedang tertawa riang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *