Pengumuman Kelulusan PKH Jeneponto

syakhruddin
Read Time1 Minute, 1 Second
Kementerian Sosial R.I. telah menetapkan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) setelah melalui seleksi yang ketat, mulai dari ujian tertulis dan test wawancara yang diikuti 119 peserta, akhirnya diputuskan sebanyak 22 Pendamping dan 2 Operator orang sebagai berikut ;
1.             Muhammad Ghazaly (Bangkala)
2.             Sri Anita, S.Pd (Bangkala)
3.             Wiwiek Dwimiyanty Zakaria (Bangkala Barat)
4.             Barusli,SE (Bangkala Barat)
5.             Agussalim,S.Sos (Tamalatea)
6.             Ekapurnama Sari. J, A.Md (Tamalatea)
7.             Nur Ekawati Kamal, Am.Md (Tamalatea)
8.             Salehuddin, S.E. (Bontoramba)
9.             Sitti Nurul Hidayah Syam (Bontoramba)
10.        Hairuddin.M,S.Kep (Binamu)
11.        Meylani Hadi. Cr, S.Si (Binamu)
12.        Arifin,SE (Binamu)
13.        Muhammad Aryan,R. Suci, S.Si (Turatea)
14.        Sumarlin,S.Pd (Turatea)
15.        Selviana,S.Pd (Batang)
16.        Andi A.Asrir Indrajaya,SH (Arungkeke)
17.        Ahriani,SE (Tarowang)
18.        Syamsuddin,SE (Tarowang)
19.        Abdul Azis.J, S.Kom (Kelara)
20.        Saharuddin,S.Pdi (Kelara)
21.        Hasmawaty Malik,S.Pd (Rumbia)
22.        Hasmiyati.R,A.Md (Rumbia)
23.        Sri Jumrayani,SE (Operator)
24.        Muhammad Fidian Mallarangang, A.Md.Kom (Operator)

Kepada yang lulus kami ucapkan selamat dan kepada mereka yang belum berhasil jangan patah semangat karena masih terlalu banyak permasalahan sosial yang harus kita selesaikan bersama.
0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Merantau ke Malaysia Pulang Dengan Kaki Buntung

Roy Marten alias Zaenal (25 thn) TKI asal Jeneponto Dusun Bungung Barania Desa Bonto Matene Kecamatan Turatea, terpaksa pulang kampung dengan tangan hampa dan kaki kanan di amputasi setelah musibah yang menimpa dirinya di kebun sawit di Malasya. Ikhwal perantauan Zaenal  diawali sejak tahun 2004 merantau ke Malaysia  melalui pelabuhan Parepare, meninggalkan seorang isteri dan anak laki-lakinya termasuk orang tua […]