Pasar Kaget PKH (Program Keluarga Harapan), sebuah istilah dan fenomena yang terjadi setiap kali pembayaran dana santunan PKH (Program Keluarga Harapan), sebagaimana kondisi yang terjadi saat pembayaran dana santunan PKH di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa, Selasa 31 Juli 2012. Para pedagangan asongan baik yang menggunakan sepeda motor maupun angkutan umum seperti mikrolet, tumpah ruah sejak pagi hari di halaman Kantor Camat Bajeng Barat.
Para pedagang  menggelar jualan mereka, ada perlengkapan anak sekolah, ada juga berupa mainan anak-anak dan perlengkapan rumah tangga lainnya, bahkan ada juga jualan siap saji berupa cendol dan jalangkote untuk buka puasa.
Fenomena pasar kaget ini sudah menjadi tradisi setiap kali penerimaan dana santunan PKH di Kabupaten Gowa, mereka sudah memiliki jadwal rutin untuk empat kali setahun, entah dari mana mereka mengetahui jadwal tersebut, tetapi baginya pertanda ada pembayaran dana PKH manakala mobil kantor pos lewat di depan pasar.


Para penerima dana santunan juga tidak perlu repot dan jauh membeli perlengkapan yang dibutuhkan, ironisnya ada juga penerima bantuan yang untuk sementara menggunakan dananya untuk keperluan lebaran, kalau untuk anak sekolah nanti digantikan dari penghasilan lainnya, tutur salah seorang penerima yang tak mau disebut jati dirinya. Di Kecamatan Bajeng Barat tercatat 291 RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) yang menerima stimulan dana PKH dengan nilai Rp 173.750.000,- sementara untuk skop kabupaten Gowa yang meliputi 12 kecamatan terdapat 6.849 RTSM. Kunjungan pemantauan di Bajeng Barat, dihadiri Kabid Banjamssos, Kasi Jamsos dan Sumber Dana Sosial, Andi Ertifah,SH Pengelola Kegiatan PKH, H.Muhammad Hasbi dan seorang staf bernama Bustanul.

Kunjungan sehari di Kecamatan Bajeng di terima di ruang kerja Camat Bajeng, Muhammad Rusdi sementara itu dilaporkan pula bahwa saat penerimaan dana bantuan PKH ini kebetulan waktunya bersamaan dengan pemotretan KTP elektronik, sehingga suasana perkantoran menjadi sangat ramai dibanding hari-hari kerja biasa, tutur Rusdi kepada tim pemantau PKH Sulsel.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>