Puasa Ramadan 1433 H

Kisruh penentuan malam 1 Ramadan 1433 H kembali terjadi, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1433 H pada hari Jumat 20 Juli 2012 sementara Pemerintah R.I. menetapkan  Sabtu 21 Juli 2012, sekalipun hasil pemantauan di Tanjung Bunga Makassar menunjukkan bahwa bulan baru sudah muncul hanya saja masih berada pada posisi diatas 2 derajat, demikian halnya di Situbondo Jawa Timur, bulan baru 1 Ramadan 1433 H tidak terpantau karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, namun berbeda halnya dengan di Cakung-Jakarta, empat orang saksi mata melihat bulan baru melalui pemantauan kasat mata, dengan demikian Penulis mengambil sikap 1 Ramadan 1433 H bertetapan dengan hari Jumat, 20 Juli 2012.
Sementara dua anggota keluarga lainnya Tri Puspita Sari dan adik ipar, Muh.Arifuddin memutuskan ikut dengan Keputusan Menteri Agama R.I. dan akan berpuasa besok, Sabtu 21 Juli 2012. Kita akan berharap sangat pada penetapan 1 Syawal 1433 H dapat dilakukan dalam satu hari perayaan sehingga suasana ceria dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya. Seperti di ketahui bersama pada tahun lalu 1432 H Menteri Agama R.I. meminta maaf atas kesalahan penetapan hari raya 1 Syawal 1432 H, semoga saja di tahun ini, kita dapat melaksanakan secara serempak diseluruh persada Nusantara dapat menikmati susana bahagia dan kegembiraan setelah sebulan penuh berhasil mengekang hawa nafsu.
Sementara itu dari pantauan TV-One di Arab Saudi dan Malaysia sudah dilakukan tarwih malam pertama, yang jatuh pada hari hari Kamis malam demikian halnya Pengurus Pusat Muhammadiyah dan keluarga besar Muhamadiyah melaksanakan tarwih perdana pada Kamis malam dan sejak jauh hari menetapkan 1 Ramadan 1433 H sesuai hisab (perhitungan).
Menurut Anwar Rahman (Pemerhati Masalah Keagamaan), perbedaan ini bukanlah hal yang baru tapi sudah berulang kali, termasuk tahun lalu kita merayakan 1 Syawal 1432 H, perbedaan ini termasuk masalah klasik dan terjadi hampir seumur dengan usia masyarakat Islam karena perbedaan pemahaman dan penafsiran hadis-hadist Nabi “ Bila kamu melihat hilal maka berpuasalah, dan bila kamu melihat hilal maka berbukalah, bila hilal itu tertutup awan maka takdirkanlah ia (riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar).
Sementara itu Fuad Rumi adalah ulasan tazkirahnya di harian Fajar mengatakan, Ramadan bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk manusia dan penjelesan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Al-Furgan (pembedah antara yang haq dan yang batil) Al-Quran Surat Al-Baqarah 185).
Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadan, Injil diturunkan pada 23 Ramadan dan Al-Al Quran diturunkan 24 Ramadan (HR.Ahmad) maka sebagai inti dari kehadiran datangnya bulan Ramadan tahun ini adalah bahwa bulan Ramadan merupakan bulan mulia yang didalamnya diturunkan kitab-kitab suci, oleh sebab itu mari kita mengisi bulan Ramadan dengan banyak membaca dan mengkaji Al-Quran dan beramal saleh, Salamaki Appuasa (selamat berpuasa)…!!!  

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.