Kisah Kanjilo

Dikalangan masyarakat Makassar di kenal ada ikan KANJILO dalam Bahasa Indonesia di kenal dengan nama Ikan Gabus. Saat menyebut nama Kanjilo maka tidak dapat dilepaskan peranan anggota Tagana yang bernama Geger alias Kaharuddin. 

Geger memang sangat ahli menangkap ikan Kanjilo, melalui alat stroom dari accu bekas yang dihubungkan dengan dua kabel negatif dan positif membuat ikan gabus jadi mengapung bahkan kalau kena stroom sang ikan gabus alias Kanjilo langsung lemas dana akhirnya segera di tangkap dan dimasukkan ke dalam tempat penampungan, tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana kisah sang Kanjilo, nasibnya berakhir di atas bara api.

Kisah Kanjilo yang besarnya seperti betis anak balita berhasil di tangkap Geger alias Kaharuddin, lalu membawa ke rumah di bilangan Jalan Andi Tonro Makassar. berselang beberapa lamanya berdatanganlah rekan-rekan Tagana, ada yang membersihkan sebagian lainnya mempersiapkan bara api dari tempurung kelapa, sementara Tagana yang perempuan menanak nasi dan memasak sayur, semua dikerjakan secara simultan, setelah semua beres, maka disajikanlah di pondopo bagian belakang, kami semua duduk bersila sembari menikmati ikan Kanjilo dari Geger alias Kaharuddin.
Terlepas dari keberadaan ikan Kanjilo atau Gabus ini maka ada satu hal yang patut dicatat yaitu kebersamaan anggota Tagana dalam  setiap pergerakan apakah itu untuk kepentingan pertolongan maupun dalam hal kerjasama tim untuk santap malam bersama, semua mengetahui fungsi dan posisi masing-masing, dengan demikian nasib sang Kanjilo harus berakhir diatas bara dan kami menikmatinya dengan riang dan gembira.
Sementara itu, seusai sholat  subuh dari dekapan malam yang syahdu, kami menyaksikan di siaran televisi nasional, INDAHNYA PAGI, sebuah siaran langsung yang mengkhususkan diri pada bacaan Al-Quranul Kariem, satu diantara pembacanya adalah seorang anak dari Panti Sosial Cahaya Batin Jakarta yang kebetulan tuna netra. Dari Cara mereka membaca dan penghayatan terhadap Al-Quran maka nampak pada kitab semua, betapa rakhmat telah turun kepada hamba-hamba yang mendekat kepada-Nya, rakhmat bagi mereka yang telah mendapat petunjuk dari-Nya.
Mereka yang telah mewakafkan dirinya untuk kepentingan membaca Al-Quran maka kenikmatan akan diperoleh sekalipun dengan mata yang buta alias tuna netra, demikian pula dengan nasib ikan Kanjilo tadi, kematiannya terasa nikmat dan bermanfaat bagi manusia maka itulah kematian yang dinantikan, sekalipun dengan jalan terkena stroom dari alat yang dibuat oleh Sdr. Geger alias Kaharuddin.
Dari dua tamsil tersebut diatas maka dapat kita menarik kesimpulan, bahwa sesuatu yang sudah dirakhmati maka semuanya akan diperoleh dengan kemenangan, karena itu janganlah pernah melakukan hal-hal yang kurang terpuji karena semua sudah diatur dalam konteks Sunnah Rasulullah SAW, tinggal manusia yang mencari solusi dan jalan menuju arah kesejahteraan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *