Setelah melakukan aktifitas yang bajibun (bertumpuk) maka Jumat, 1  Juni 2012 ada kegiatan di kantor seperti SKJ (Senam Kesegaran Jasmani) dan Senandung Jumat sebelum melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Al-Muawanah Sosial. 

Sembari melepas kepenatan maka Penulis melantunkan dua buah lagu  masing-masing, Jangan Sampai Tiga Kali dan Layu Sebelum Berkembang, kedua lagu tersebut menjadi andalan sekaligus melepas kepenatan yang selama ini membelenggu perasaan. 

Kegiatan yang sama mungkin saja terjadi di ujung barat negeri ini, di sebuah institusi yang mengurusi kepariwisataan, karena menyanyi adalah gelora jiwa yang membuncah, yang mencari harmonisasi kehidupan diantara relung-relung pengabdian yang menuntut kerja cerdas.

Usai sholat Jumat dilakukan santap bareng bersama staf, suasana kedekatan pimpinan dan bawahan, cair dalam santapan siang dengan menu ikan bakar dan cobek-cobek (bumbu khas ikan bandeng), nasi di tanak melalui rice cooker dan semua berlangsung dalam suasana kebatinan yang akrab, disinilah letak kekuatan kebersamaan, kasih sayang dalam bingkai kebersamaan. 
Suasana kemenangan dan kebahagiaan melingkupi akhir pekan, apalagi ada pesan dari rekan di Jakarta kalau pada tanggal 18 s/d 20 ada kegiatan di Kota Kembang Bandung Jawa Barat, semua memberikan kebahagiaan yang indah, staf yang bekerja sesuai dengan tupoksinya dan pola kepemimpinan yang mengayomi membuat mereka betah di kantor dan menyelesikan tugas dengan penuh tanggungjawab.
Namun dibalik itu semua, ada sebuah tanggungjawab besar karena peserta yang akan saya bawa berjumlah lima orang, satu diantaranya adalah Tri Puspita Sari dan seorang pendamping yang juga dosen bernama Abdul Wahab yang kelak menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan di level provinsi.

Selain itu ada juga maksud membawa cucu ke Jakarta, hanya saja waktunya bentrok dengan pelaksanaan ujian, kami hanya dapat berharap agar waktunya bisa bergeser, dan kemungkinan itu terkadang berlangsung mendadak dan tiba-tiba, perubahan semacam itu sudah menjadi menu untuk menerima kondisi darurat.

Selain itu kami sangat berharap pula agar kondisi kesehatan tetap prima karena terkadang tiket sudah siap, tiba-tiba saja kesehatan akut dan mengakibatkan gagalnya berangkat ke negeri seberang, semua itu tentunya kita serahkan kepada Dzat Yang Maha Mengatur, kepada-Nya kita serahkan segala urusan, dan nantikan kehadiranku di Kota Kembang-Bandung, Jawa Barat ….Salamaki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>