Puisi Yang Tersumbat

Kuhentak langkah 
Meraih bahagia 
Kugenggam rencana dengan seribu harap
Agar bersua di persemayaman 

Jangan kuburkan wajahmu di bawah rindu 
Nanti aku tidak akan mendengar hasratmu  
Pandanglah betapa cinta telah mengubah jalan hidup kita Meninggalkan puing penderitaan  

Aku mengagumi dan menyayangimu 
Disebabkan kekuatan kasih yang ada 
Tidak dapat kutolak 
Selain menerima semuanya 

Biarkan kondisi ini berjalan apa adanya
Jangan nodai pertautan ini dengan luka

Kibarkan terus panji abdimu
Karena kutahu “dirimu tak mampu menggapai harap” 

Tenangkan jiwaku dalam perjalanan

Mungkin hatiku takan remuk seperti ini  
Langkahku terhenti  dalam kelamnya malam 
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu  

IHatiku terombang-ambing dalam ombak kemarahan  
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi  
Akan tetapi aku masih memiliki  
“ SEMANGAT PAGI “

 Butta Mangkasara, 6 Mei 2012
Selamat Hari Raya Waisak 
Jaya selalu Dalam Kasih-Nya
Hom Shanti…Shanti Hom

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *