Dera salah seorang karyawati supermarket di kawasan boulevard Panakukkang Makassar yang begitu lincah melayani pembeli, tugas-tugas pembukuan, layanan tamu bahkan pemasaran ke berbagai kabupaten/kota di jangkau dengan melalui hubungan baik antar pelanggan, pendek kata Dera adalah andalan bagi pemilik toko “Suka Maju”

Namun sejak akhir April hingga awal Mei 2012, kondisi Dera menurun drastis, tak banyak yang mengetahui kondisi mengapa Dera yang begitu lincah dimasa lalu, kali ini nampaknya sudah tidak segesit dahulu, semangat kerja juga sudah tidak sama dengan kondisi di awal tahun.

Sahabatnya juga bertanya-tanya tentang perubahan drastis yang dialami Dera. Sahabat dekatnya Linda juga tak mamu menanyakan apa gerangan yang melanda gadis cantik yang dirundung malang.

Dera yang blasteran Sunda-Makassar mengawali kariernya sebagai marketing asuransi dengan berbagai bidang tugas yang sudah dilalui dengan sukses, hanya beberapa minggu belakangan ini sejak menerima sms dari seseorang mengakibatkan dia drop. 
Linda yang sahabat dekatnya juga tak mau mengorek tentang kondisinya apalagi rekan-rekannya mulai berbisik-bisik, bahkan ada yang iseng gossip kalau Dera sudah hamil tiga bulan, tapi itu dibantah Yanti teman satu kostnya di Manuruki. Akh… tidak mungkin, Dera itu sportif dan selalu terbuka dengan saya, tutur Yanti dalam percakapan pulang di angkutan umum pete-pete.

Kisah Dera menjadi fenomena menarik akan dahsyatnya sebuah pesan yang sungguh merontohkan seluruh sendi kehidupannya, apa yang telah diperbuat dengan segala susah payah untuk kemajuan perusahaan, telah ditunjukkan namun akhirnya dicampakkan dengan mosi tak percaya, kondisi ini tidak di terima Dera, maka iapun melakukan perjalanan ke kampung ibunya dengan pesawat terbang.

Dalam perjalanan pulang, Dera berdekatan duduk di pesawat Garuda dengan seseorang yang baru dikenalnya bernama Helmy. Lelaki Helmy begitu ramah memenuhi kebutuhannya, sejak saat di bandara keduanya memang saling beradu pandang dan dalam hati kecil Dera berharap bisa bertegur sapa dengan Helmy, ini namanya pucuk dicinta ulam tiba, Dera duduk berdekatan dengan Helmy, salah seorang pengusaha travel yang sukses.

Helmy menyodorkan tangannya, sambil bertanya mau kemana dik, ke Bandung, jawab Dera singkat, dengan sigap Helmy meremas tangan Dera yang halus, oh ya, saya juga mau ke sana kebetulan ada sedikit urusan di Pangandaran kerjasama dengan kunjungan wisata dari Mancanegara. Helmy yang tadinya sungkan, kini mulai menempatkan jurus mautnya, membuat Dera sejenak melupakan derita batin yang dialaminya, waktu terus berjalan dan dari ruang pilot terdengar pengumuman kalau sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Setelah pesawat mendarat dengan selamat, akhirnya keduanya bergegas untuk menjemput barang, Dera menarik kopernya yang berwarna coklat serasi dengan warna rok yang dikenakan, sebenarnya perjalanan kali  ini ke kampung ibunya adalah perjalanan yang dapat dikatakan setengah hati, tapi kehadiran dan perkenalannya dengan Helmy membuat hatinya berbunga-bunga dan melupakan masalahnya.

Di depan pintu Helmy mengajak untuk menumpang di mobilnya, namun Dera menolak secara halus, sejurus kemudian Helmy memerintahkan porter untuk menaikkan ke bagasi, akhirnya Derapun menurut apa kehendak Helmy.

Di perjalanan yang panjang dan melelahkan, Dera terkadang mencuri pandang melalui spion, namun saat tertangkap pandangan Helmy, Dera tertunduk malu, akhirnya topik pembicaraan dialihkan seputar pemasaran dan kiat-kiat wisata yang bisa membuat para turis mau berkunjung ke Tana Toraja atau Pangandaran.

Lokasi yang disebut terakhir merupakan obyek wisata yang sedang giat-giatnya dibenahi oleh pemerintah kabupaten bahkan untuk tujuan kegiatan outbound, pihak pengelola bekerjasama dengan Tagana setempat. Di Kilometer 65 mobil yang membawa Helmy dan Dera mampir untuk santap siang, Helmy memesan pepes ayam dengan ayam lontang sementara Dera hanya memesan yus apel dan sop ayam. Perbincangan mengarah kepada masing-masing masa kecil hingga beranjak dewasa, Dera sudah menemui keceriaan apalagi Helmy memiliki kemampuan melawak yang jitu.
Tiba di  Kota Bandung, Dera turun dan menginap di Grand Aquila Hotel sementara Helmy melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran. Di Kamar hotel 533 GrandAquila Hotel Bandung, Dera tak dapat tidur nyenyak, ia masih meratapi nasibnya tentang perlakuan yang diperolehnya dari sang boss, perasaan hatinya bergejolak dan ingin rasanya mengakhiri semua reputasi yang pernah di raihnya.

Sejurus kemudian, pintu kamar di ketok pelan, ternyata yang datang pamannya dari Sumedang, setelah melepas rindu, Dera dan paman beserta ponakannya yang lincah diajak untuk santap malam bersama. Di Sekitar kawasan elite Braga Bandung, Dera teringat akan temannya Yanti. Dera lalu memberitahu kalau dia bersama keluarga dari ibunya bertemu di Bandung, namun buru-buru Yanti memberi tahu kalau besok harus cepat pulang karena ada pemeriksaan di kantornya.

Dengan sigap Dera menghubungi petugas bandara agar disiapkan tiket pulang jam 09.00 pagi, dengan pesawat Garuda, Dera pulang melalui bandara Husen Sasteranegara Bandung, Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Dera menghubungi Yanti,…. Yan…. Ini aku Dera, besok kan rapat ya, Iya Dera tapi katanya bos ditunda, alamaaaak….. Dera tertunduk layu dan kecewa atas keputusan Bos yang tidak konsekwen, mengakibatkan seluruh kreatifitas Dera Menjadi Tersandung karenanya.
Catatan

Nama dan pelaku dalam alur cerita ini hanyalah fiksi belaka
Kalau ada nama yang sama, itu hanya kebetulan saja, selamat membaca, 
Pantang Tugas Tidak Tuntas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>