Hardiknas

Hari Pendidikan Dua Mei kini kembali diperingati segenap jajaran pendidikan, bagi kita yang awam, sesungguhnya setiap hari berlangsung pendidikan praktis di rumah tangga. Pendidikan di rumah tangga, dewasa ini telah banyak bergeser, kita dengan leluasa merambah pengetahuan namun melupakan kearifan lokal, akibatnya dapat kita saksikan bagaimana seorang guru harus berbagi rokok dengan muridnya, demikian sebaliknya murid memberi rokok kepada gurunya, ini adalah fenomena hidup di kota-kota besar.

Di era kita sekolah dahulu, Guru itu benar-benar digugu dan ditiru, dia adalah sumber informasi dan panutan yang wajib dicontoh, dewasa ini kehadiran internet telah menggeser kearifan lokal, terlebih bila orang tua gagap teknologi (Gaptek) mengakibatkan orang tua menjadi murid bagi anak-anaknya.
Sebuah lompatan besar dengan melupakan tradisi, sementara di Negeri Sakura, dengan kemajuan yang luar biasa namun tidak melupakan sejarah masa lalu, jiwa dan semangat Harakiri (bunuh diri ala Jepang) adalah simbol adat yang tetap dipertahankan. Di komunitas adat Makassar, Siri (malu) kini sudah mulai bergeser dari akarnya, sehingga banyak putra-putri terbaik menjadi Appakasiri (bikin malu). Semoga momentum HARDIKNAS (Hari Pendidikan) 2 Mei 2012 menjadi bahan renungan bagi kita semua tentang pentingnya pendidikan di rumah tangga dengan berbagai pernik-pernik adat dan tradisi dan wajib kita wariskan kepada anak cucu kita ke depan.
Pendidikan awal di rumah tangga akan menjadi pegangan dalam perjalanan hidup dan dalam meniti karier, seorang anak yang berada dalam lingkup asuhan yang penuh kasih sayang maka kelak tentu akan merasa nyaman dan terayomi, akan sangat berbeda dengan anak yang masa kecilnya harus berpisah orang tuanya karena cerai atau ditinggal pergi, akan berdampak terhadap tumbuh kembang anak. Sudah banyak kajian ilmiyah yang menunjukkan tentang kaitan masa kecil sang anak dengan kondisi kejiwaan mereka di saat mencapai puncak karier hingga memasuki masa purna bakti.
Tulisan ini hanya bagian kecil dari sebuah perjalanan panjang dan renungan akan pentingnya pendidikan sebagaimana semboyan peringatan HARDIKNAS Tahun 2012 yang berbunyi, Jadilah Orang Biasa yang melahirkan Karya Luar Biasa.  Tulisan di blog ini juga merupakan karya kecil dari seorang anak bangsa yang mencoba memberikan sumbangan pemikiran dengan gaya bertutur yang kelak dapat menjadi referensi kehidupan bagi anak cucu kita, salamaki pada salama, wassalam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *