Suasana pagi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Senin 29/4 berlangsung seperti hari-hari sebelumnya, bersamaan dengan itu, Kabid Dayasos (Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial), Drs.H.AAbd.Rahman,MM bersama nyonya baru saja kembali dari Umrah bersama ketua tim pemenangan SYL, Bapak Irman Yasin Limpo yang akrab disapa Pak NONE.

Karena tamu yang dijemput deley pesawatnya maka saya memanfaatkan waktu untuk menulis di Samsung tablet sekaligus untuk mengakrabi perangkat tekhnologi yang sedang ngetrend di kalangan para penulis, sehingga dimanapun berada dapat menuangkan ide-ide yang lahir dalam benak.  Saya bersama sopir, mengambil lokasi untuk ngopi di salah satu counter depan pintu masuk, para penumpang pesawat  mengenalnya dengan “Bakso Malang”.
Haji Rahman dan isterinya yang keluar dari ruangkedatangan sambil mendorong barangnya sempat bertemu dan cium pipi pertanda persahabatan yang hangat, hanya saja perasaanku di saat penantian melanglang buana keberbagai tempat, entah mengapa gelanggang perasaan yang dibuai dengan mimpi-mimpi indah di siang hari, mengembara di tengah keramaian lalu lalangnya para penumpang yang datang silih berganti.
Kutepis masa penantian ini dengan terus menekuni tuts samsung tablet, ku pesan lagi teh panas untuk kedua kalinya agar kerja otak makin lancar, namun bayangan itu terus menari-nari di depan mataku, entah magnet apa yang mempermainkan sehingga setiap gejolak hati dan rintihan perasaan hanya dapat terungkap melalui untaian kalimat yan tak berujung.
Kuhirup kembali sisa teh yang tersedia di sisiku sementara sang sopir yang duduk di depanku matanya menjelajah kepada setiap penumpang yang lalu lalang dengan berbagai busana, namun ada sisi jeda manakala mereka sudah berlalu maka penantian pesawat berikutnya para penjemput harus pasrah dengan situasi yang diperoleh di bandara, ada yang menikmati kopi hangat dan ada pula yang duduk di pelataran sementara petugas pembersih tiada hentinya mengayunkan sapu panjangnya agar bandara kebanggaan masyarakat dapat terlihat senantiasa asri dipandang mata.
Menjelang saat kedatangan tamu, melintas pula Walikota Makassar, Ir.Ilham Sirajuddin yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur tahun 2013 yang akan berhadapan dengan Gubernur incumbent (Patahana) SYL yang juga merupakan guru politiknya.
Dari fenomena yang kita saksikan maka kita dapat mengambil hikmah, tak selamanya murid mau manurut kepada gurunya, bahkan ada juga murid yang amat berdosa pada gurunya karena mampu dan sanggup membuat sang guru meneteskan air mata bahagia karena mampu menerobos relung-relung bahagia dan meninahbobokan sang jawara yang sedang dalam penantian.  Papan informasi bandara menunjukkan pesawat Garuda sudah mendarat itu berarti tulisan ini juga harus berakhir, dengan demikian waktu penantian telah menghasilkan sebuah karya yang terbuang sayang terbaca ulang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>