Manajemen Dapur Umum Lapangan

Dalam penanganan  korban bencana alam dalam suatu daerah atau kawasan maka salah satu komponen pertolongan adalah kehadiran Dapur Umum Lapangan (Dumlap).  Tagana sebagai salah satu komponen penolong khususnya di bidang Dapur Umum Lapangan (Dumlap) telah memberi kontribusi yang cukup penting.
Betapa tidak para korban yang telah di evakuasi dari lokasi bencana, menuju shelter baik itu pada temporary shelter, semi permanent shelter hingga permanen shelter semua membutuhkan dapur lapangan.  Oleh sebab  itu, untuk menata dapur umum yang baik dibutuhkan penataan, manajerial yang menyangkut bahan makanan maupun tata kelola termasuk faktor-faktor penunjang lainnya.
Komponen dapur umum lapangan, mulai dari penyediaan air bersih, bahan baku dan komponen logistik lainnya, selain itu tenaga terlatih yang memiliki keterampilan memasak, serta tangki air yang menjadi penunjang utama dalam proses memasak, selain itu yang dibutuhkan adalah mobil untuk membuang hajat, hal ini yang terkadang di lupakan dalam proses pemberian pertolongan.
Suatu hal yang patut dicatat, bahwa shelter selalu melibatkan banyak baik para korban bencana alam pihak relawan, petugas dan masyarakat umum. Sementara kebutuhan korban bencana sangat variatif. Oleh sebab itu pelayanan bencana sangat beragam dan kompleks, maka dipelukan pengaturan melalui pengorganisasian dalam sistem layanan terpadu.
Sistem pengaturan shelter ini diatur melalui Posko (Pos Komando) yang merupakan pusat pengendalian manejemen dan pengorganisasian, pusat informasi dan media, pusat pengendalian pelayanan pengungsi dan upaya pengendalian lainnya.
Sementara itu layanan logistik, kesehatan dan dapur umum lapangan, layanan komunikasi, media dan humas, kemanan, sarana dan prasarana, kebersihan dan pengabdian masyarakat. Selanjutnya pengendalian harus dilakukan secara terpusat melalui Posko Pengendalian Bencana, dimana bencana itu terjadi.
Berbagai hal yang terkait dengan penanganan Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) di lokasi bencana diperlukan kehadiran subordinasi, instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, Organisasi Sosial lainnya termasuk para pemerhati bencana, diharapkan bahu membahu dalam menangani permasalahan kebencanaan di bumi persada nusantara.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *