Penulis Handal

Cita-cita menjadi penulis handal tak pernah terkubur, di tengah kesibukan kucoba untuk terus menulis dan membukukan pengalaman hidup, agar kelak dapat menjadi catatan indah yang terbuang sayang terbaca ulang.

The dream of being a reliable writer never buried, in the midst tried to continue to write and record life experiences, so that later can be a wonderful record of wasted affection re-read.
Diawal perjalanan karier sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) selalu memimpikan untuk bisa menjadi wartawan dan penulis handal, dalam kisah hidup di perantauan di pedalaman Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Pasir Tahun 1979 s/d 1985 merupakan pengalaman sulit terlupakan.
Kabupaten Pasir masih terbilang perawan, hutan-hutannya yang lebat dan jalan beraspal yang masih sempit, sepi dan hanya beberapa perhentian yang terdapat perumahan penduduk, sebutlah di Kecamatan Waru, Long Kali, Long Ikis, Kuaro dan ibukota Kabupaten di Tanah Grogot.
Saat itu, bahan bacaan begitu sulit,  para pegawai yang akan ditempatkan di daerah ini seakan mereka terbuang dari keramaian kota, namun hal itu dapat saya di siasati dengan menjadi koresponden daerah dari surat kabar lokal yang bernama, Kaltim Post (B/S. Jaya), Meranti Post bahkan koran nasional Harian Berita Yudha.
Masa itu menjadi wartawan atau koresponden begitu sulit menembusnya, pertama berita masih harus di ketik di mesin ketik tua, kemudian di kirim melalui Pos & Giro hingga akhirnya terbit sekitar dua minggu kemudian baru bisa dibaca oleh para pelanggan.
Hal ini disebabkan karena sarana transportasi yang masih terbatas, angkutan darat dari Penajam ke Tanah grogot juga masih hitungan jari, pokoknya waktu itu, hanya ide dan semangat juanglah yang memberi energi sehingga sebuah tulisan dapat menembus media baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Betapa bahagianya saat pertama kali tulisan dimuat di media massa dan kebanggan itulah yang memberi motivasi untuk terus menulis.
Era kini, zaman sudah berubah, semua serba instan dengan kehadiran intenet semua bisa di akses dalam waktu relatif singkat dan dapat dibaca dimana saja.
Hanya saja sekarang generasi yang saya dapatkan, adalah anak-anak yang jarang menulis dan membacapun terkadang tidak tuntas dan langsung berpindah ke artikel lain yang lebih menarik, semua ini karena luberan informasi yang begitu mudah dan menggoda hati.
Kehadiran tehnologi komputer dengan beragam kemudahan, kembali membangkitkan semangat untuk senantiasa dapat menulis dan mengungkapkan segala fikiran-fikiran untuk menjadi catatan indah yang terbuang sayang dan terbaca ulang.
Kini tibalah saatnya untuk mewakafkan diri dan sisa hidup ini untuk terus menulis di lembaran kerja di depan komputer, maupun dengan perangkat mobile berupa IPAD  atau Samsung Tablet dengan harapan kelak dapat menjadi seorang Penulis Yang Handal, semoga ….!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *